<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Risa3&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://risa3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://risa3.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 May 2010 01:42:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='risa3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Risa3&#039;s Blog</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://risa3.wordpress.com/osd.xml" title="Risa3&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://risa3.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BOS dan BOP</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/04/01/41/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/04/01/41/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 12:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/2010/04/01/41/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sekolah merupakan wadah pendidikan formal yang dibutuhkan setiap individu untuk menimba ilmu. Dalam pelaksanaan pendidikan,selain membutuhkan tenaga pendidik yang handal dan profesional, sekolah  juga membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan sekolah.  Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif untuk memberikan biaya gratis dalam menunjang kegiatan operasional sekolah. Biaya ini biasa dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=41&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAB I</strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sekolah merupakan wadah pendidikan formal yang dibutuhkan</p>
<p>setiap individu untuk menimba ilmu. Dalam pelaksanaan pendidikan,selain membutuhkan tenaga pendidik yang handal dan profesional, sekolah  juga membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan sekolah.  Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif untuk memberikan biaya gratis dalam menunjang kegiatan operasional sekolah. Biaya ini biasa dikenal dengan dana BOS ( Biaya Operasional Sekolah ) dan BOP ( Biaya Operasional Pendidikan ). Dana BOS ini diberikan kepada sekolah di setiap daerah .Sekolah yang menerima dana ini hanya Sekolah Dasar dan sekolah Menengah Pertama. Dana BOS dan BOP ini bias diterima dan bias tidak. Hal ini tergantung dengan kebijakan sekolah. Jika sekolah menerima dana ini, sekolah harus mampu menyusun anggaran sekolah dan menyusun alokasi penggunaan sekolah agar tepat sasaran yaitu mendukung operasional sekolah.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga harus mampu mengikuti prosedur yang diberikan oleh pemerintah seperti Surat Pertanggungjawaban dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah. Oleh karena itu, penulis mengadakan observasi dan wawancara ke SDN TENGAH 09 Pagi, Kampung Tengah untuk mengetahui sistem akuntansi sekolah , yang terdiri dari : sumber – sumber keuangan sekolah, pos – pos pengeluaran sekolah, proses pengelolaan keuangan sekolah, proses perencanaan keuangan sekolah, komponen anggaran BOS, prosedur penyusunan anggaran BOS, RAPBS, komponen RAPBS, prosedur penyusunan RAPBS, dan proses pertanggungjawaban keuangan sekolah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BAB II</strong></p>
<p><strong>LAPORAN HASIL OBSERVASI</strong></p>
<p>Observasi dan wawancara dilakukan di SDN TENGAH 09 Pagi,  Kampung Tengah. Sekolah tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang bernama Bapak Dayat Rukayat S.Pd. Penulis mengadakan wawancara untuk mengetahui Sistem Akuntansi yang ada di sekolah.</p>
<p>Dari hasil penjelasan yang diberikan kepala sekolah tersebut diketahui bahwa yang mengelola keuangan di sekolah itu adalah Kepala Sekolah dan Bendahara. Keuangan sekolah berasal dari dana BOP dan BOS. Dalam hal ini, BOP berasal dari PEMDA dan BOS berasal dari APBN. Kepala Sekolah menyebutkan yang menjadi pos – pos pengeluaran sekolah itu sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) seperti Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Tenaga Pendidik, Standar Pengelolaan, Standar Penilaian, dan Standar Pembiayaan.  Sekolah dapat menjabarkan apa saja yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan sekolah khususnya kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Pengelolaan keuangan sekolah dilakukan oleh bendahara.tetapi bekerja sama dengan kepala sekolah. Jadi, setiap pengeluaran harus dilaporkan kepada bendahara kemudian dilaporkan kepada sekolah. Misalnya, seorang guru mengadakan pembelian media pembelajaran, maka guru tersebut harus memberikan bukti fisik, misalnya dalam sebuah bon. Bon tersebut berguna sebagai bukti fisik dalam pembelian sarana dan prasarana sekolah. Jika BOP dan BOS belum diturunkan kepada sekolah, maka sekolah tersebut memakai uji prioritas dalam menanggulangi dana sebuah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Misalnya, dalam pembelian bahan peraga tetapi sekolah belum menerima dana BOP maka sekolah tersebbut dapat menggunakan pinjaman untuk dana sementara dalam pembelian bahan peraga tersebut. Jika BOS sudah diberikan, maka dana sementara itu dapat ditanggulangi. Dalam pencairan Dana BOS dan BOP , pemerintah memberikan  lewat rekening sekolah.</p>
<p>Dalam proses perencanaan keuangan, kepala sekolah bekerja sama dengan bendahara sekolah serta guru – guru. Disini mereka merencanakan komponen – komponen apa saja yang diperlukan dalam mendukung kegiatan sekolah. Sekolah menyusun alokasi penggunaan dana BOP dan BOS. Mereka menjabarkan lebih rinci lagi mengenai penggunaan keuangan yang disediakan sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan.</p>
<p>Biaya Operasional Sekolah atau yang lebih dikenal dengan Dana BOS dan Biaya Operasional Sekolah atau Dana BOP diterima selama 3 bulan sekali.  Anggaran BOS dan BOP digunakan dalam hal :</p>
<ol>
<li>honor panitia pelaksana           10%</li>
<li>Pembelian ATK                      10 %</li>
<li>Pembelian bahan peraga          20%</li>
<li>pembelian cetakan umum        20%</li>
<li>Pembelanjaan Fotocopy          10 %</li>
<li>Pembelanjaan makanan           10 %</li>
<li>Pembelanjaan sarana dan</li>
</ol>
<p>Pelatihan                                  20 %</p>
<p>Anggaran BOS dan BOP ini disusun dalam sebuah Surat Pertanggungjawaban ( SPJ ). SPJ ini disusun oleh kepala sekolah bersama dengan bendahara. Di dalam SPJ ini tertuang segala pengeluaran dan penerimaan yang ada. SPJ dikerjakan pertriwulan. Jadi, setiap orang yang terlibat dalam pengadaan pengeluaran harus melapor kepada bendahara. Oleh karena itu, bon sangat dibutuhkan sebagai tanda bukti fisik pengeluaran anggaran.</p>
<p>SPJ ini berguna sebagai laporan yang menjelaskan setiap penggunaan dana BOS dan BOP baik dalam hal penerimaan dana maupun pengeluaran dana. Prosedurnya pun harus disusun dengan jelas. Mulai dari tanggal, uraian kegiatan, jumlah terima, dan sumber dana. Jika SPJ telah disusun dengan baik maka akan digunakan sebagai bahan laporan saat ada pemeriksaan.</p>
<p>Jika SPJ telah selesai disusun, maka kepala sekolah beserta bendahara juga harus menyusun sebuah laporan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. ( RAPBS ). RAPBS ini merupakan laporan anggaran secara global. Maksudnya dalam laporan ini, seluruh laporan keuangan sekolah dituangkan dalam RAPBS Jadi , terdapat seberapa besar penerimaan dan pengeluaran yang terjadi di sekolah tersebut. Jadi , komponen dalam RAPBS ini adalah dana BOS dan BOP.</p>
<p>Laporan RAPBS disusun dari hasil rapat kepala sekolah, bendahara, dewan guru, dan komite untuk menghitung RAPBS dalam 1 tahun ke depan. Mereka menyusun RAPBS dengan melampirkan data sekolah,  data siswa, data guru, dan anggaran yang akan dikeluarkan tahun berikutnya.  Dalam pertanggungjawaban keuangan, sekolah akan melaporkan dana anggaran itu dalam bentuk SPJ. Kepala sekolah akan memberikan pertanggungjajwaban itu kepada pemerintah.</p>
<p><strong>BAB III</strong></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p>Sistem akuntansi sekolah adalah suatu laporan keuangan sekolah yang terdiri dari jumlah anggaran penerimaan dan pengeluaran sekolah Sumber keuangan SDN TENGAH 09 Pagi memiliki sumber keuangan berupa dana BOS dan BOP. Kepala sekolah dan bendahara bertanggungn jawab dalam mengelola keuangan sekolah baik itu dalam hal perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan, penyusunan anggaran, dan pelaporan keuangan. Jadi , dalam pembuatan suatu sistem akuntansi sekolah, kepala sekolah harus bekerja sama dengan bendahara agar dalam pengelolaan keuangan sekolah dapat sesuai dengan prosedur yang diberikan pemerintah dan transparan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=41&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/04/01/41/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan lagi&#8230;</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-lagi-2/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-lagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 10:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 2 Maret 2010 Standar Pembiayaan Pendidikan Dalam UU 32 Tahun 2004, dituliskan mengenai pembagian kewenangan pemerintah pusat, pemda, dan pemprov. Dalam pembagian ini, yang tidak dilimpahkan ke daerah adalah agama, hukum dan kehakiman, keuangan, dan pertahanan keamanan. Tetapi, untuk pendidikan dilimpahkan ke daerah. Misalnya 20 % anggaran pendidikan berasal dari APBD. Pendidikan sangat dibutuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=38&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 2 Maret 2010</p>
<p><strong>Standar Pembiayaan Pendidikan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam UU 32 Tahun 2004, dituliskan mengenai pembagian kewenangan pemerintah pusat, pemda, dan pemprov. Dalam pembagian ini, yang tidak dilimpahkan ke daerah adalah agama, hukum dan kehakiman, keuangan, dan pertahanan keamanan. Tetapi, untuk pendidikan dilimpahkan ke daerah. Misalnya 20 % anggaran pendidikan berasal dari APBD.</p>
<p>Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap orang dan setiap daerah harus menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan. Oleh karena itu, dibutuhkan dana  yang dapat menunjang keberlangsungan pemberian pendidikan. Sumber – sumber pembiayaan pendidikan, yaitu :</p>
<ol>
<li> pemerintah      pusat     =&gt; APBN  = 20 %</li>
<li> pemerintah      daerah   =&gt; APBD  = 20 %</li>
<li> masyarakat</li>
</ol>
<p>Sumber – sumber tersebut harus dapat dikelola dengan baik agar fasilitas pendidikan dapat disediakan sesuai kebutuhan.</p>
<p>Ada beberapa prinsip dalam pembiayaan / penggunaan dana pendidikan , yaitu</p>
<ul>
<li>Prinsip keadilan, yaitu dilihat dari segi ekonomi      masyarakatnya.</li>
<li>Prinsip kecukupan, yaitu pemerintah menghitung      biaya pendidikan persiswa. Hal ini dinamakan dengan unit cost.</li>
<li>Prinsip keberlanjutan, yaitu dimana pendidikan      bukan untuk hari ini saja tetapi untuk besok dan masa yang akan datang.</li>
</ul>
<p>Selain, sumber – sumber di atas, sekolah juga menerima Dana BOS ( Biaya Oeprasional Sekolah ) yang berasal dari pemerintah. Dana BOS ini dapat diterima oleh sekolah, boleh juga tidak. Hal ini bergantung pada kebijakan sekolah tersebut. Acuan dalam menerima dana BOS ini adalah jika uang sekolah lebih kecil dari dana BOS dilarang untuk memungut uang sekolah, jika uang sekolah jumlahnya sama dengan dana BOS dilarang untuk memungut uang sekolah, tetapi jika uang sekolah lebih besar dari dana BOS boleh memungut uang sekolah. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Dalam penerimaan dana BOS ini, setiap sekolah tidak menerima jumlah dana yang sama. Pemberian dana BOS ini dilihat dari jumlah siswa di sekolah itu. Jika sekolah yang memiliki jumlah siswa yang banyak maka dana BOS yang diterima pun lebih besar dibandingkan sekolah yang memiliki jumlah siswa yang sedikit. Untuk itu, sekolah harus mampu untuk mengelola dana BOS ini. Ada beberapa prinsip pengelolaan, yaitu keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Jadi, sekolah dapat menggunakan prinsip – prinsip ini dalam mengelola dana tersebut.</p>
<p>Selasa. 9 Maret 2010</p>
<p><strong>Studi Kelayakan Bisnis ( Feasibility Study )</strong></p>
<p>Studi kelayakan bisnis adalah upaya pengamatan dan analisa kelayakan sebuah kegiatan usaha yang dilakukan secara komprehensif dan dilihat dari 2 aspek, yaitu :</p>
<ol>
<li>aspek fungsi manajemen : perencanaan,      pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian.</li>
<li>aspek lingkungan eksternal : studi ini dilakukan      dengan melihat kondisi tempat.</li>
</ol>
<p>Studi kelayakan ini juga melibatkan metodologi ilmiah unutk menilai kelayakan sebuah usaha yang dilihat dari prosedur pengambilan keputusan, validitas data, dan landasan teoritis ( terdiri dari : pasar, perusahaan, sumber daya manusia, dan operasional produksi ).</p>
<p>Dalam studi kelayakan ini membutuhkan konsep – konsep yang menjadi acuan dalam meneliti kelayakan. Konsep komponen bisnis terdiri dari 4 komponen yaitu pasar, perusahaan, pesaing , dan perubahan. Keempat komponen ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi.</p>
<ul>
<li>Pasar</li>
</ul>
<p>Sebaiknya, pengusaha harus melihat keinginan dan kemauan di masyarakat</p>
<p>agar usaha dapat berjalan dengan baik. Dalam membangun suatu usaha harus diketahui segmen, targetting ( misal : wilayah ), dan positioning ( tempat) baik secara fisik maupun non fisik ( agama ). Selain itu, harus dipikirkan juga mengenai trend masa kini. Apakah trend yang telah direncanakan itu bisa bertahan atau tidak.</p>
<ul>
<li>Perusahaan</li>
</ul>
<p>Selain pasar, perusahaan yang akan dibangun juga harus memiliki dan melihat</p>
<p>badan hukum yang membawahinya, capital financial ( misal : owner, parmodal, lain – lain ), struktur organisasi ( jika struktur organsasinya flat lebih mudah untuk bergerak ), dan sumber daya manusianya.</p>
<ul>
<li>Pesaing</li>
</ul>
<p>Perusahaan itu pasti memerlukan ahli dalam marketing intelligence agar</p>
<p>dalam pengelolaan perusahaan dapat lebih baik dan sesuai target. Jadi harus mampu melakukan spionase ( meneliti tanpa meniru). Hal ini dilakukan agar perusahaan baru dapat menjadi lebih baik dari perusahan sebelumnya.</p>
<ul>
<li>Perubahan</li>
</ul>
<p>Perusahaan baru harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi</p>
<p>wilayah yang di tempatinya. Jadi, perusahaan harus peka terhadap hal – hal baru di luar maupun di dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat membuat suatu kebijakan yang baru.</p>
<p>Studi kelayakan bisnis ( SKB ) ini dilakukan berfungsi untuk :</p>
<ol>
<li>planning , yaitu memberikan arah / petunjuk,      seperti sumber daya manusia, kapan dilaksanakan baik secara serial atau      paralel.</li>
<li>forecasting (peramalan), misal perubahan , pesaing</li>
<li>information, yaitu dikaji dengan menggunakan      prinsip 5 W + 1H</li>
<li>evaluation, berbicara tentang ya dan tidak dalam      kelayakan lalu dilanjut dalam membuat keputusan</li>
<li>research, dengan menggunakan metode ilmiah misalnya      prediksi dan generalisasi</li>
</ol>
<p>Pihak – pihak yang memanfaatkan studi kelayakan yaitu :</p>
<ul>
<li>investor , yaitu mereka mengkaji apakah mencapai break even point ( BEP ), dilihat dari, yaitu <em>pertama,</em> tingkat financial BEP ini dipengaruhi oleh unit cost lalu IRR ( Internal Rotate Return = pengembalian dana ) misalnya dalam hal bunga bank, inflasi, dan gain capital. <em>Kedua</em>, Tingkat sosial, yaitu sesuai dengan teori Maslow.</li>
<li>Kreditor , yaitu menyangkut peminjaman uang dan adanya kepercayaan kepada peminjam.</li>
<li>Manajemen perusahaan</li>
<li>Pemerintah dan masyarakat</li>
<li>Tujuan pembangunan</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=38&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-lagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan&#8230;</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-4/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 10:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 9 Februari 2010 Perkenalan mengenai Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah suatu bidang ilmu yang terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan keuangan. Manajemen keuangan digunakan hampir di semua bidang kehidupan, baik itu bidang pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Orang yang memegang peranan  dalam manajemen keuangan adalah manajer keuangan. Manajer keuangan memiliki tugas utama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=36&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 9 Februari 2010</p>
<p><strong>Perkenalan mengenai Manajemen Keuangan</strong></p>
<p>Manajemen keuangan adalah suatu bidang ilmu yang terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan keuangan. Manajemen keuangan digunakan hampir di semua bidang kehidupan, baik itu bidang pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Orang yang memegang peranan  dalam manajemen keuangan adalah manajer keuangan.</p>
<p>Manajer keuangan memiliki tugas utama , yaitu :</p>
<ul>
<li>Mencari uang, hal ini dilakukan untuk sumber pembiayaan</li>
<li>Menggunakan uang, hal ini dilakukan untuk operasional dan investasi</li>
</ul>
<p>Suatu organisasi membutuhkan dana untuk menunjang kegiatan yang telah direncanakan. Oleh karena itu, organisasi tersebut harus mencari sumber dana yang dapat menunjang opersional dan investasi. Sumber – sumber keuangan, yaitu modal pemilik, pinjaman ( mis. dari Bank ), dan mendapatkan dari yang kita tanamkan ( mis. uang yang kita tanamkan ). Jika saat penganggaran dana tidak mencukupi, maka manajer keuangan dari organisasi tersebut harus menggunakan uji prioritas. Maksudnya, mereka mengurutkan bagian – bagian yang terpenting sampai yang kurang penting. Dalam hal memanajemen keuangan, terlebih dahulu seorang manajer keuangan harus mengerti tentang persamaan akuntansi.</p>
<p>Persamaan Akuntansi</p>
<p>A = C</p>
<p>A = L + C</p>
<p>A = CA + FA + IFA</p>
<p>A = asset                                 IFA = intengible fix asset</p>
<p>C = capital</p>
<p>L = liabilitie                             FA = fix asset</p>
<p>Transaksi</p>
<p>Transaksi adalah kejadian yang dilakukan oleh dua pihak / lebih yang berakibat kepada perubahan nilai pada dua account atau lebih yang dapat dinilai dengan uang. Dari transaksi itu kemudian dianalisis. Jika termasuk jenis keuangan, maka dibuat di dalam jurnal. Jurnal adalah catatan tentang transaksi yang menggambarkan informasi yang berpengaruh terhadap perhitungan.</p>
<p>Contoh. SD N 07 Rawamangun membeli 10 komputer Rp. 50. 000.000 / buah. 5 buah dibayar tunai, 5 buah dibayar 30 hari kemudian.</p>
<p>Maka :</p>
<p>Peralatan         = 50.000.000</p>
<p>Kas                  = 25.000.000</p>
<p>Utang              = 25.000.000</p>
<p>Setelah transaksi ini dianalisis, lalu dipindahkan ke jurnal. Dari jurnal diposting ke buku besar, dari buku besar ke neraca saldo.</p>
<p>Dalam neraca saldo, ditulis mengenai saldo normal yang terdiri dari aktiva  ( debet ), utang ( kredit ), dan modal ( kredit ).</p>
<p>Aktiva = jika bertambah di debet</p>
<p>= jika berkurang di kredit</p>
<p>Utang  = jika bertambah di kredit</p>
<p>= jika berkurang di debet</p>
<p>Dalam setiap membuat  suatu anggaran, organisasi juga menginginkan suatu suatu laba. Laba ada 3 yaitu pengembangan, cadangan, dan pemakaian.</p>
<p>Jadi, manajemen keuangan mencakup semua yang berhubungan dengan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan , dan mengontrol keuangan dengan menggunakan persamaan akuntansi.</p>
<p>Selasa, 16 Februari 2010</p>
<p><strong>Bisnis dan Laporan Keuangan</strong></p>
<p><strong>Bisnis</strong></p>
<p>Bussiness dibagi dengan tiga bagian , yaitu dilihat dari badan hukum, jenis usaha, dan pemilik.</p>
<ul>
<li>Badan hukum</li>
</ul>
<p>Setiap organisasi yang didirikan harus memiliki badan hukum yang membawahi organsasi tersebut. Contoh . Toyota dibawahi dengan PT.  Badan hukum ini terdiri dari :</p>
<ol>
<li>PP , adalah bisnis yang dimiliki oleh satu orang</li>
<li>firma , adalah bisnis yang memiliki partner. Misalnya, kantor pengacara. Ciri – ciri dari firma tersebut adalah adanya penyebutan nama usaha, ada managing partner ( orang yang bertanggung jawab dan mengelola usaha itu setiap hari.</li>
<li>CV , bisnis yang memiliki partner tetapi partner ini tidak ikut dalam mengelola hanya saja ia ikut dalam menanamkan modal saja. Dalam CV ini dikenal dengan yang namanya pesero pasif ( orang yang bertanggungjawab hanya kepada uang yang dia tananmkan kepada perusahaan itu ) dan persero aktif ( orang yang bertanggungjawab mengelola di perusahaan itu ).</li>
<li>PT, modal dalam badan hukum ini terdiri dari saham – saham yang setiap pemegang saham bertanggungjawab sebatas sahamnya. Tetapi yang menjadi pengurus, mereka tetap bertanggungjawab selama perusahaan masih berjalan.</li>
<li>BHMN ( Badan Hukum Milik Negara ), contohnya Pertamina</li>
<li>BHP ( Badan Hukum Pendidikan )</li>
</ol>
<ul>
<li>Jenis Usaha</li>
</ul>
<p>Jika dilihat dari jenis usahanya, bussiness terdiri dari :</p>
<ol>
<li>jasa adalah bisnis yang bersifat pada produksi jasa. Misalnya, dokter, guru</li>
<li>perdagangan adalah bisnis yang bersifat pada perdagangan , proses dimana perusahaan menjual barang terhadap pembeli. Dengan rumus ;</li>
</ol>
<p>Harga pokok penjualan + laba yang diharapkan = harga jual</p>
<p>Laba yang diharapkan adalah laba yang diharapkan akan diperoleh dari hasil penjualan tetapi belum merupakan laba aktual.</p>
<ol>
<li>manufaktur adalah bisnis bahan mentah menjadi barang jadi. Dalam bisnis ini ada 3 komponen biaya, yaitu bisnis bahan baku ( material cost ), biaya tenaga kerja langsung ( orang yang mengerjakan produksi itu sendiri ), dan biaya overhead ( lain – lain, yaitu segala biaya di luar biaya tenaga kerja langsung dan bahan baku ) .</li>
</ol>
<p><strong>Laporan Keuangan</strong></p>
<p>Laporan keuangan adalah sekumpulan laporan yang harus dibuat oleh perusahaan. Laporan keuangan ini dibagi atas :</p>
<ol>
<li>Income statement,      yaitu sebuah laporan yang menginformasikan jumlah pendapatan yang didapat      perusahaan dalam jangka waktu tertentu serta biaya – biaya yang didapatkan      untuk memperoleh pendapatan tersebut. Laporan ini terdiri dari income (      pendapatan ), operasional expanses ( biaya operasional ), dan dan other      expanses ( biaya lain- lain ).</li>
<li>Perubahan modal.      Perubahan ini terdiri dari 3 yaitu modal awal , saldo laba,  prive, dan model akhir .</li>
<li>Balance sheet,      terdiri dari asset ( current asset, fixed asset, dan intangible asset ),      liabilities ( current liabilities, layterm liabilities ), dan capital (      saham, agio saham, dis agio saham )</li>
</ol>
<p>Laporan keuangan ini dibuat oleh perusahaan setelah mereka melakukan transaksi. Setelah dianalisis lalu dimasukkan ke dalam jurnal, lalu ke buku besar, lalu ke worksheet ( kertas kerja ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=36&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/03/21/resume-perkuliahan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sekolah IMPIAN SAYA&#8230;..</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/01/08/sekolah-impian-saya/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/01/08/sekolah-impian-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 05:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen peserta didik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[INTERNATIONAL STARLIGHT BUSINESS SCHOOL Rasional International Starlight Business School adalah sekolah impian yang ingin saya dirikan dan setara dengan Sekolah Menengah Atas. Mimpi ini berawal dari saat saya mendengar sebuah motivasi  mengenai manajemen hidup dari seorang motivator sekaligus pengusaha  yang berasal dari sekolah bisnis. Dia mengatakan bahwa agar dapat mempertahankan hidup di tengah persaingan dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=34&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="11" height="5"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>INTERNATIONAL STARLIGHT BUSINESS SCHOOL</strong></p>
<p><strong>Rasional </strong></p>
<p>International Starlight Business School adalah sekolah impian yang ingin saya dirikan dan setara dengan Sekolah Menengah Atas. Mimpi ini berawal dari saat saya mendengar sebuah motivasi  mengenai manajemen hidup dari seorang motivator sekaligus pengusaha  yang berasal dari sekolah bisnis. Dia mengatakan bahwa agar dapat mempertahankan hidup di tengah persaingan dunia kerja setiap individu harus dapat memanajemen diri sendiri dan dapat menciptakan lahan kerja sendiri dan mulailah sejak  masih muda. Kata – kata itu memotivasi saya untuk belajar menciptakan lahan kerja sendiri dan ingin membangun sebuah sekolah bisnis milik sendiri. Dari hasil analisis saya, dari zaman dulu hingga saat ini, dunia bisnis merupakan incaran oleh banyak orang dan sebagian orang bercita – cita menjadi seorang pengusaha. Apalagi saat ini didukung dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Lewat bantuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, para calon pengusaha sudah siap untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang dimiliki. Di tengah persaingan dunia kerja dan usaha saat ini, dibutuhkan pengetahuan mengenai kewirausahaan dan keuangan agar dapat menghadapi segala perubahan yang akan terjadi. Oleh karena itu, saya memimpikan sebuah sekolah bisnis yang bertaraf internasional dan membentuk karakter lulusan dari sekolah impian saya berjiwa nasionalisme agar Indonesia dapat bersaing sehat tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Jadi, Indonesia bukan lagi menjadi lahan para pengusaha luar negeri tetapi lahan bagi pengusaha dalam negeri.</p>
<p><strong>Visi  :</strong></p>
<p>menjadi sekolah yang unggul dalam bidang bisnis dan mengembangkan jiwa kewirausahaan yang kreatif pada para pengusaha muda.</p>
<p><strong>Misi :</strong></p>
<ol>
<li>mendidik dan mengembangkan para generasi baru yang dinamis, kompetitif, dan berjiwa entrepreneur.</li>
<li>mendidik dan mengembangkan generasi muda untuk siap berperan aktif dalam perbaikan kualitas hidup masyarakat dan dalam dunia usaha yang memiliki kompetensi.</li>
</ol>
<p><strong>Keahlian dan kompetensi lulusan Internasional Starlight Business School meliputi :</strong></p>
<ol>
<li>kemampuan untuk menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi</li>
</ol>
<p>di bidang bisnis dan keuangan .</p>
<ol>
<li>kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi dan siap menghadapi kompetensi global di bidang bisnis.</li>
<li>kemampuan mengamati dan membuat perubahan di dunia bisnis global dengan ide – ide kreatif yang dimiliki.</li>
<li>kemampuan untuk menguasai dan menerapkan teknik – teknik berwirausaha dalam kehidupan sehari – hari.</li>
<li>kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dalam tim, dan memecahkan masalah  dengan baik</li>
</ol>
<p><strong>Program pendidikan yang disediakan oleh International Starlight Business School adalah :</strong></p>
<p>Program utama :</p>
<ol>
<li>Program pendidikan dan keahlian di bidang bisnis</li>
<li>Program Administrasi Bisnis dan Perkantoran</li>
</ol>
<p>Program pendukung :</p>
<ol>
<li>Program Ekstrakulikuler</li>
<li>Program Praktek Kerja Lapangan</li>
<li>Program English Day</li>
</ol>
<p>Saya memilih program – program ini untuk diterapkan di International Starlight</p>
<p>Business School karena melihat situasi saat ini yaitu trend masa kini menuju masa depan dengan tuntutan terhadap kompetensi sumber daya manusia. Program Pendidikan dan keahlian dalam bisnis akan membentuk peserta didik untuk lebih kompetitif, profesional,dan dinamis di dunia pendidikan dan di dunia kerja. Program Administrasi Bisnis dan Perkantoran akan membentuk  karakter peserta didik yang transparan, jujur, dan disiplin. Program ekstrakulikuler akan membentuk peserta didik yang kreatif, berpengetahuan, terampil, dinamis, inisiatif, inovatif, mandiri dan mampu bertahan. Program Praktek Kerja Lapangan akan membentuk peserta didik yang adaptif. Program ini akan memperkenalkan peserta didik kepada lingkungan dunia usaha dan kerja sehingga hal ini menjadi langkah awal peserta didik untuk mengetahui dan mengembangkan langkah ke depan. Program English Day akan membentuk peserta didik yang mampu berkomunikasi bukan hanya dengan bahasa nasional tetapi juga bahasa Internasional.</p>
<p><strong>Untuk masuk menjadi warga International Starlight Business School, diperlukan kriteria – kriteria sebagai berikut :</strong></p>
<ol>
<li>telah lulus tingkat Sekolah Menengah Pertama</li>
<li>sehat jasmani dan rohani</li>
<li>melampirkan ijazah SD dan SMP</li>
<li>memiliki kemauan dan kemampuan</li>
</ol>
<p><strong>Strategi Publikasi yang akan dilakukan untuk menjaring siswa, meliputi :</strong></p>
<p>a) Walk instrument, yaitu dengan memberikan informasi melalui pengumuman secara langsung.</p>
<p>b)  Internet, yaitu dengan menggunakan fungsi internet. Misal : via website,</p>
<p>facebook, dan twitter.</p>
<p>c) Advertising blind ad, yaitu  : dengan menampilkan pada majalah maupun koran.</p>
<p>d)  Lembaga pendidikan yang setingkat di bawah, yaitu berkunjung langsung  ke</p>
<p>Sekolah Menengah Pertama yang dapat dijangkau.</p>
<p><strong>Proses dan alur seleksi yang akan digunakan International Starlight Business School, yaitu :</strong></p>
<p>1. Seleksi administratif, yaitu secara administratif dimulai dari formulir , bukti pembayaran kelengkapan dokumen pendukung, seperti lampiran ijazah dan STTB SMP.</p>
<p>Formulir pendaftaran ini berisikan :</p>
<p>-     Data pribadi, misal : nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, gender, alamat, nomor telepon, golongan darah dan lainnya.</p>
<p>-     Data keluarga, misal : ayah, Ibu, dan jumlah bersaudara.</p>
<p>-     Prestasi, misal : akademik dan non akademik</p>
<p>-     Riwayat kesehatan</p>
<p>-     Status sosial ekonomi, penghasilan orangtua, kepemilikan tempat tinggal</p>
<p>2. Tes – tes dalam seleksi, yaitu tes akademik (kemampuan dasar,kemampuan umum, komputer, dan tes lisan bahasa Inggris ), tes psikologi, dan kesehatan.</p>
<p>4.Pemeriksaan referensi , yaitu pemeriksaan berkas atau dokumen penting dan pendukung dari calon peserta didik. Misalnya referensi personal. Referensi  ini juga harus disertai dengan foto copy dokumennya.</p>
<p>5.Evalusi medis, yaitu memeriksa kesehatan calon peserta didik. Hal ini dilakukan untuk menghindari calon peserta didik yang terkena HIV/ AIDS dan penggunaan narkoba.</p>
<p>6.Keputusan penerimaan, yaitu pengumuman hasil seleksi lewat papan pengumuman di sekolah dan internet.</p>
<p><strong>Kriteria Lulusan International Starlight Business School, meliputi :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Peserta didik dapat lulus dari International Starlight Business School jika telah menempuh proses pembelajaran selama 3 tahun dan mendapat nilai yang sesuai standar. Selain itu, peserta didik dapat lulus jika telah mengikuti semua ujian dari awal semester hingga akhir serta mengikuti ujian khusus seperti komputer dan tes TOEFL yang disediakan sekolah. Peserta didik juga harus mengikuti PKL yang disediakan sekolah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=34&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/01/08/sekolah-impian-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAPPY NEW YEAR FOR ALL !!</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/happy-new-year-for-all/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/happy-new-year-for-all/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 09:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=32&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=32&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/happy-new-year-for-all/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tugas translate</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/tugas-translate/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/tugas-translate/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 09:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen peserta didik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[1 Tempat Untuk Setiap Pelajar Sejarah Singkat Pendidikan Khusus di Ontario Tahun 1957 &#8211; Kasus Ruthie Kasus ini terjadi hingga Ruthie hampir berumur delapan tahun sejak Ruthie mulai bersekolah.  Orangtuanya diketahui olehnya untuk memulainya, dalam perkataan ayahnya, &#8220;sesuatu di belakang orang-orang muda lainnya&#8221;. Lalu, ada perjalanan sepanjang konsesi dan melintasi seberang tepi jalan ke satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=30&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1</strong></p>
<p><strong>Tempat Untuk Setiap Pelajar</strong></p>
<p><strong>Sejarah Singkat Pendidikan Khusus di Ontario</strong></p>
<p><strong>Tahun 1957 &#8211; Kasus Ruthie</strong></p>
<p>Kasus ini terjadi hingga Ruthie hampir berumur delapan tahun sejak Ruthie mulai bersekolah.  Orangtuanya diketahui olehnya untuk memulainya, dalam perkataan ayahnya, &#8220;sesuatu di belakang orang-orang muda lainnya&#8221;. Lalu, ada perjalanan sepanjang konsesi dan melintasi seberang tepi jalan ke satu ruangan sekolah. Dia harus melakukannya sendiri dan dengan baik, setiap orang tahu Ruthie memiliki kebiasaan keluyuran.</p>
<p>Pada usia delapan tahun, masa depan Ruthie sebagai seorang pelajar tidak meyakinkan menjadi yang terbaik.</p>
<p>&#8221; Kita tidak harus mengambil anak ini jika anda tidak mau, &#8221; Pimpinan dari SS.# 12 dewan sekolah telah berkata kepada guru baru pada bulan Agustus. &#8220;Hal ini akan cukup sulit di tahun pertama anda tanpa memiliki anak terbelakang untuk menjaga. Peraturan jelas. Kita tidak harus untuk membawanya. Terserah anda. &#8220;</p>
<p>Tetapi, guru menyambut Ruthie dan membuatnya merasa menjadi bagian dari pelajar bertubuh mungil itu. Dua gadis di kelas delapan juga setuju untuk membawanya keluar ke dalam toilet setiap hari sesaat sebelum istirahat. Salah satu anak laki-laki yang lebih tua membangun kepadanya sebuah  yang diperpanjang sehingga ia dapat lebih mudah menikmati aktivitas favoritnya: pewarnaan mural besar di belakang pembuangan gulungan dari layar. Anak-anak yang lebih muda, pada awalnya agak bingung karena Ruthie tidak berbicara, segera belajar untuk mengabaikan suara-suara aneh. Setiap harinya  setelah makan siang, Ruthie merangkak dengan gembira ke pangkuan guru untuk pembacaan urutan selanjutnya &#8216;dalam cerita sore&#8217;. Menjelang akhir tahun sekolah, Ruthie bisa mengakui namanya sendiri di media cetak; ia mengerti dan mengikuti rutinitas; bisa menghitung sampai sepuluh blok, dan, yang paling penting dalam pandangan guru, ia tidak lagi akan berjalan jauh.</p>
<p>Tahun berikutnya sekolahnya mungkin telah menunjukkan perkembangan lagi tetapi Ruthie terjebak dalam pusaran bahkan walaupun orangtuanya tidak cukup mengikuti. S.S. # 12 ditutup pada bulan Juni, bersamaan dengan semua dari satu &#8211; ruangan sekolah yang lain di perkampungan. Pelajar sekarang didorong ke pusat baru sekolah. Guru Ruthie menikah pada musim panas itu dan pindah ke ujung lain provinsi. Pada &#8216;Pusat’, pengawas sekolah membicarakan  staf di SD / SMP bahwa tidak ada seorang pun berkewajiban untuk mengambil Ruthie tapi kalau ada yang menawarkan diri, ia akan diakui.</p>
<p>Tidak ada peminat. Ruthie tidak pernah pergi ke sekolah lagi.</p>
<p><strong>Undang – undang 82: Sebuah Akhir dan Awal </strong></p>
<p>Pada 12 Desember 1980, wakil gubernur baru, Hon. John Black Aird, menandatangani undang-undang yang membawa perubahan dramatis ke sekolah-sekolah pada provinsi. Peraturan baru ini secara resmi dikenal sebagai Amandemen Perundang &#8211; undangan Pendidikan, tetapi kebanyakan orang menggunakan judul pekerjannya: Undang – undang 82. Jauh lebih penting daripada gelar adalah konten. Sebelum melewati hukum baru ini, provinsi Perundang-Undangan Pendidikan telah mengizinkan dewan pendidikan untuk menyediakan pendidikan khusus jika mereka memilih. Sekarang, dengan efek Undang &#8211; undang, dewan ini akan diperlukan untuk menyediakannya. Siswa dengan kebutuhan khusus kini harus dijamin tempat dalam sistem sekolah reguler. Kecacatan ini tidak akan lagi menjadi penghalang potensial untuk pendidikan mereka.</p>
<p>Hal itu merupakan pengambilan langkah yang luar biasa dan berani bagi Ontario. Meskipun pensahan mandat yang serupa telah disampaikan di USA pada tahun 1975, dampaknya masih terus diperiksa secara kritis, dan ide tidak ditegakkan sepenuhnya di sebagian besar negara-negara barat. Bahkan lebih menakjubkan setiap Undang – undang 82 menjadi hukum, adalah relatif mudah &#8211; dan cepat &#8211; yang mana pendidikan khusus menjadi efektif, penting, dan sepenuhnya menerima bagian dari pendidikan di provinsi. Sementara itu akan menjadi pengaruh yang berlebihan bahwa mandat pendidikan khusus adalah sebuah hukum hanya menunggu untuk diundangkan, hal ini juga tidak mungkin menyangkal fakta bahwa pengimplementasian Undang – undang 82 di Ontario dengan segera diaplikasikan dan dengan kesuksesan yang luar biasa. Dan, dengan sedikit modifikasi dan penyesuaian itu, secara alami, telah muncul dari pengalaman sejak tahun 1980, hal ini berlanjut menuju kesuksesan.</p>
<p>Menariknya, pemberian sejarah pendidikan dapat menunjuk pada satu waktu hanya satu dekade sebelum 12 Desember 1980, ketika ide pengiriman pelajar dengan kebutuhan khusus ke sekolah reguler bahkan tidak dipertimbangkan oleh kebanyakan yuridiksi di provinsi ini. Tetapi dengan cara yang sama, meskipun hanya satu dekade setelah tahun 1980 &#8211; bahkan kurang &#8211; pendidikan khusus di Ontario telah menjadi penegakan yang mapan, integral, bagian dari sistem pendidikan. Pengalaman membuatnya tergoda untuk berpendapat bahwa pendidikan khusus karena itu, seharusnya sudah memenuhi peran yang sekarang jauh sebelum ini. Namun, jalan menuju masa sekarang merupakan sesuatu tapi yang singkat dan lancar. Paragraf yang mengikuti garis besar hanya beberapa dari banyak sentuhan.</p>
<p><strong>Perjalanan Panjang untuk Pendidikan Khusus</strong></p>
<p>Pertama, Tetap Bertahan</p>
<p>Penyandang cacat tidak memuat dengan baik di waktu awal. Ini benar, bahkan dalam budaya – budaya seperti Yunani dan Romawi, yang biasanya kita pandang sebagai lebih tercerahkan dan canggih. Di  bawah hukum Solon, misalnya, yang lemah dan anak-anak cacat Athena ditempatkan di kapaltanah liat dan ditinggalkan. Di Roma, anak-anak cacat lazim dilemparkan ke dalam sungai Tiber. Bukan hal yang aneh bagi keluarga kaya waktu untuk menjaga orang  keterbelakangan mental untuk dijadikan hiburan. Tidak kurang seorang tokoh dari filsuf moralis,  Seneca, melaporkan bahwa istrinya memelihara &#8220;lemah pikiran kurcaci&#8221;, seolah-olah hanya untuk tujuan itu. Bahkan Aristoteles, tulisan &#8211; tulisan yang didominasi pemikiran barat selama lebih dari seribu tahun setelah kematiannya, diketahui telah menggambarkan orang-orang tuli sebagai &#8220;alasan ketidakmampuan&#8221;, &#8220;tidak lebih baik daripada binatang yang ada di hutan&#8221; dan &#8220;tidak diajar”.</p>
<p>Ada beberapa pengecualian untuk  kesungguhan sikap universal ini. Talmud menawarkan instruksi pencerahan mengenai buta dan tuli, dan penyelidikan Hipocrates mengenai epilepsi dan cacat mental menyarankan bahwa secara ilmiah rasa ingin tahu tentang kebutuhan khusus itu tidak sepenuhnya ada. Namun, dampak dari pengecualian tersebut kecil batasannya, hanya kelompok-kelompok tertentu.</p>
<p>Pada Abad Pertengahan juga, ada beberapa cara yang baik. Santo Nicholas Thaumaturgos, pada abad keempat menjadi Uskup Wyre, menjadi dikenal sebagai &#8220;pelindung yang lemah – berpikir &#8220;, tapi ada sedikit bukti tentang apa yang dia capai. ( Dia juga santo pelindung para pelaut dan pemain catur &#8211; dan prototipe untuk Santa Claus!) Beberapa biarawan dan pendeta lainnya mendirikan penginapan, tetapi takhayul setiap hari, selama dengan keyakinan yang kuat pada setan dan tuntutan semata-mata sekadar bertahan hidup, berarti bahwa orang yang cacat sangat banyak pada mereka sendiri.</p>
<p>Beberapa langkah yang dibuat di Eropa pada pos – Era Renaissance , tetapi mereka sangat terisolasi, pendek &#8211; tinggal ledakan dari perubahan, prestasi individu dengan kehendak dan dorongan, lebih baik produk perbaikan umum dalam sikap. Dan biasanya, ketika orang-orang ini meninggal, buah dari usaha mereka mati bersama mereka. Sebagian besar pendidik khusus hari ini, misalnya, mengenali nama Ponce de LEON (1520-82), biarawan Spanyol yang mengajar anak-anak yang tuli untuk berbicara dan membaca (walaupun ia sering bingung dengan penyidik yang mengunjungi Florida pada tahun 1513). Teknik De  leon , meskipun tampaknya sangat sukses, yang hilang dan tidak kita ketahui, sebagian besar, sejarawan percaya, karena tidak ada dampak umum setelah kematiannya untuk melanjutkan penggunaannya.</p>
<p><strong>Akhirnya, </strong><strong>Sedikit Terang</strong></p>
<p>Tiga ratus tahun setelah de Leon, Louis Braille (1809-1852) memiliki kesuksesan yang jauh lebih kekal dengan alfabet untuk orang buta yang ia adaptasi dari malam &#8211; menulis sistem sandi yang diciptakan oleh salah seorang pegawai staf  Napoleon. Tetapi kemudian oleh waktu Braille, sikap terhadap orang-orang cacat pun mulai bergeser. Filsuf Inggris, John Locke (1632-1708) telah mengesankan para intelektual dari dunia barat dengan filsafat &#8216;sensasi&#8217;, yang mengambil isu dengan &#8211; antara lain – menekankan pandangan bahwa anak dilahirkan dengan karakteristik bawaan dicetak oleh Tuhan, alam, atau setan. Sebaliknya, Locke berpendapat, mereka adalah tabula rasa, sebuah kertas kosong menunggu untuk ditulis di atas. Pernah begitu lambat, ide ini, yang diberikan dorongan lebih lanjut oleh sarjana Eropa lainnya seperti Voltaire, Rousseau, dan Goethe, dimulai kunci diri pada gagasan bahwa orang-orang cacat secara sederhana adalah produk dari Rencana Besar dan karena itu harus ditinggalkan sendirian. Pada saat yang sama, gagasan bahwa penyandang cacat adalah akibat dari hukuman Tuhan, itu juga sedang dipertanyakan.</p>
<p>Namun demikian, perjalanan hampir menuju pencerahan lambat, dan sekali lagi, sangat banyak produk dari beberapa motivator kunci. Meskipun mereka aktif dicegah oleh banyak orang sezaman mereka, Jean Marc Itard (1775-1858) yang &#8220;menemukan&#8221; dan mencoba untuk mengajar Victor, anak liar dari Aveyron, dan Frederick Treves (1867-1923) yang &#8220;diselamatkan&#8221; John Merrick,  Manusia Gajah, adalah salah satu yang lebih baik dikenal dengan kepribadiannya yang mencoba untuk memecahkan tanah baru.</p>
<p>Tapi humanisme semacam ini  masih tampak terlalu maju dan radikal untuk sementara waktu dalam mengambil praktek, ekspresi universal. Ketidakpedulian, atau mungkin saja sangat kelembaman yang  melimpah, adalah jelas dalam fakta bahwa karnaval menunjukkan terus untuk menawarkan keunikan secara fisik orang-orang seperti penampilan John Merrick, baik ke pertengahan abad kedua puluh.</p>
<p><strong>Di Kanada, </strong><strong>Sesuatu yang Nyata </strong><strong>dan </strong><strong>Terang yang Kekal</strong></p>
<p>Anehnya, walaupun kesuksesan  Louis Braille dalam pengembangan suatu alfabet untuk orang buta itu ditolak, terutama di Amerika Serikat, selama hampir lima puluh tahun setelah kematiannya, periode waktu yang sama menjadi tuan rumah yang jelas dan gerakan abadi  bagi pendidikan orang-orang buta. Sebuah sekolah untuk orang buta dibuka di Toronto pada tahun 1872, dan satu di Halifax setahun kemudian. Maupun orang-satunya contoh perubahan besar baik dalam filsafat dan praktik. Di Quebec, Ronald McDonald, seorang reporter dengan <em>Montreal Gazette</em>, telah membuka sebuah sekolah untuk orang tuli di Champlain, pada tahun 1831. (Saat itu, pada kenyataannya, proyek pendidikan khusus formal pertama Kanada). Sekolah  serupa dibuka di Halifax pada tahun 1856, di Toronto (1858) dan Winnipeg (1884). Hal ini segera diikuti setelah yang pertama oleh lembaga perumahan Kanada untuk kemajuan orang cacat, yang dibuka di Orillia pada tahun 1876. Beberapa tahun sebelum itu, dan juga di Ontario, kerja John Barrett McCann yang giat telah membawa tentang pendirian dua sekolah hunian: Lembaga Pendidikan Ontario dan Instruksi Tuli dan Bisu, di Belleville, pada tahun 1870, dan Ontario Lembaga Pendidikan dan Instruksi dari The Blind di Brantford, pada tahun 1872. Pada tahun 1893, Ikatan Bantuan Anak –anak dibentuk di Ontario dan menjadi model bagi setiap praktik semacam itu di seluruh Amerika Utara.</p>
<p>Dengan mendirikan lembaga-lembaga seperti itu, pemerintah provinsi lebih mencerminkan rasa tanggung jawab sosial yang nyata dalam populasi umum di provinsi, sama seperti ketertarikan  yang berkembang pada orang cacat. Meskipun beberapa metode pengajaran yang digunakan dalam lembaga terasa aneh hari ini, dan walaupun bahasa dan terminologi yang membuat pendidik kontemporer meringis, keberadaan sekadar hunian sekolah sangat mencolok adalah perkembangan bagi waktu, dalam kejelasan dari fakta bahwa pendidikan dari apa yang &#8211; disebut &#8216;normal&#8217; penduduk masih jauh dari universal.</p>
<p><strong>Masih </strong><strong>Sebuah Jalan Panjang Untuk Pergi</strong></p>
<p>Sayangnya, karena alasan ekonomi, tidak menyebut luas geografi Ontario,  dengan komparatif, segelintir anak-anak disajikan dalam bentuk kebutuhan yang sebenarnya dalam populasi. Sumber daya di sekolah-sekolah cenderung diarahkan pada yang paling terbuka dan terlihat jelas pengecualiannya. Dan dari perspektif  kontemporer, kurikulum itu sangat banyak condong ke pelatihan industri. Idenya adalah, dalam kata-kata seorang kontemporer, &#8216;untuk membuat sesuatu dari pelajar &#8220;sehingga para lulusan dapat mencari pekerjaan yang menghasilkan. Di sisi lain, misi itu sangat didasarkan pada keinginan orangtua siswa sendiri dan keluarganya, mungkin bisa dimengerti, merasa bahwa &#8220;membuat sesuatu dari siswa&#8221; setidaknya menawarkan beberapa harapan kerja dan kemandirian.</p>
<p>Bahkan tidak banyak yang mengadakan ini ke siswa luar biasa yang kebutuhannya kurang jelas, dan sebagai akibatnya, lebih sulit untuk mengerti atau bahkan mengakui. Akibatnya, siswa dengan ketidakmampuan belajar (istilah itu bahkan tidak eksis sampai 1963) atau mereka dengan apa yang sering terlihat sekarang sebagai kesulitan perilaku, biasanya putus sekolah awal dari segala bentuk pendidikan. Sampai ke seperempat akhir abad kedua puluh, putus sekolah ini dianggap &#8211; dan juga melihat diri mereka sendiri &#8211; miskin-materi pendidikan dalam hal apapun, tidak akan bermanfaat banyak dari perpanjangan sekolah. Pra-komputer, industri perakitan diserap mereka cukup siap ke tingkat lapangan kerja yang cukup rendah, dan diperkuat persepsi ini.</p>
<p>Seperti itu, bahkan mendirikan sekolah tidak selalu aman, terutama jika fakultas mereka mengubah kemampuan mereka untuk menjadi inovatif. Sekolah Ontario untuk anak – anak lumpuh (sekarang bagian dari Bloorview MacMilan Pusat) di Toronto cepat mendirikan dengan baik – patut mendapat  reputasi internasional untuk program-programnya, pada awal tahun 1890, staf pengajar di lembaga Orillia cukup maju dalam telah mengembangkan program-program sekolah untuk klien; namun kedua pusat harus berjuang untuk mempertahankan program mereka yang akan menghadapi kritik yang meluas. Siswa dengan fisik  yang serius Atau kebutuhan intelektual sering digambarkan sebagai kandidat miskin untuk pendidikan pada premis bahwa hal itu menjadi tujuan kecil, dan hanya menawarkan minimal kembali ke masyarakat. Dalam keterangan hipotesis itu, sedikit lebih ironis bahwa faktor keuntungan sosial tampaknya tidak memainkan peran sama sekali dalam diskusi pendidikan khusus bagi siswa yang sangat mampu. Pendidikan publik untuk siswa berbakat hampir tidak pernah terdengar sampai tahun 1970-an.</p>
<p><strong>Tahun 1965 &#8211; Kasus Leo</strong></p>
<p>Tak ada yang lebih jengkel dengan kemampuan bahasa Leo daripada ibunya. Seorang mantan guru, dia telah mengirim dua kakak perempuan untuk pergi ke kelas satu, sehingga mereka berdua sangat siap mengabaikan kelas ini. Bukan Leo. Yang pasti, ia tampak seperti terang. Tentu saja ia menarik dan jadi apa jika dia memiliki beberapa pola berbicara yang aneh? Yang tidak biasa dalam anak. Namun tak peduli apa yang dia lakukan, ibu Leo tidak bisa mengajari dia mengenal huruf.</p>
<p>Bukannya ia mendorongnya untuk frustrasi. Dia terlalu bijaksana dan berpengalaman sebagai seorang ibu dan guru. Tapi Leo &#8211; ia tidak pernah melihat sesuatu yang seperti itu. Sebagai contoh ambil huruf &#8216;A&#8217;. Dia pasti memiliki dan dia melacaknya, warna itu, menemukan &#8216;A&#8217; s tersembunyi mengenai dapur, dan menyanyikan lagu ‘A’. Meskipun setelah itu ia kemudian mengenali huruf tanpa sebuah prompt untuk kemungkinan dalam dua atau tiga hari, setelah seminggu di &#8216;B&#8217; dan &#8216;C&#8217;, huruf &#8216;A&#8217; akan pergi. Dan memang akan benar-benar pergi. Hal itu adalah bagian dari keputusasaan. Memperkenalkan kembali &#8220;A&#8221; kepada Leo bukan masalah yang mudah dalam merangsang kembali sebuah ingatan. Seolah-olah dia tidak pernah melihatnya sebelumnya!</p>
<p>Tentu saja, pencetakan Leo menjadi bencana. Juga tidak berkembang saat ia semakin tua. Pada akhir kelas satu, Kepala sekolah Leo berani meninggalkan tanda pencetakan kosong pada kartu laporannya sehingga ia bisa masuk ke kelas dua, tapi masalahnya masih ada. Jadi walaupun surat pengakuannya bermasalah dan tidak adanya kemajuan dalam belajar membaca. Teman – teman Ibunya Leo mencoba menghiburnya dengan menjelaskan bahwa anak laki-laki hampir selalu lebih lambat, tetapi Leo tidak mengerti lebih baik. Siapa pun juga tidak memiliki penjelasan, meskipun guru kelas empat telah melihat yang lain, anak laki  &#8211; laki seperti sebelumnya, dan ia akan menjadi masalah besar karena tidak ada seorang pun yang mampu melakukan apa saja untuknya.</p>
<p>Namun, situasi itu tidak semuanya buruk. Ayah Leo mengejar kesuksesan dalam bisnis pipa  di mana Leo membantu keluar pada hari Sabtu dan selama anak itu diberikan hanya satu instruksi pada satu waktu, tidak ada seorang pun yang bekerja lebih keras atau lebih dapat dipercaya. Faktanya , hal itu mungkin menjadi bisnis pipa yang memberikan jalan keluar bagi semua orang, karena dengan kelas lima, Leo, perilaku akan menarik. Dia sudah siap  mengulang dua kelas, sedang menghadapi kegagalan lagi, dan membaca masih penyiksaan dan menulis sebuah penderitaan. Dengan kelas lima, Leo tidak lagi mendapatkan sakit kepala yang berkepanjangan dan sakit perut selama seni bahasa, sekarang dia bertindak yang semakin mengkhawatirkan. Itulah alasan utama ibu Leo enggan setuju dengan pengaturan yang mengizinkan dia untuk meninggalkan sekolah untuk bekerja bagi ayahnya. Meskipun demikian, salah satu kekhawatiran terburuk menjadi kenyataan beberapa tahun kemudian. Ketika ayah Leo pensiun, dia harus menjual bisnis, karena walaupun Leo bersedia dan berguna, ia tidak pernah belajar membaca dan menulis dengan cukup baik untuk menjalankan sesuatu.</p>
<p><strong>Era Modern</strong></p>
<p>Ada sedikit pertanyaan bahwa pendidikan khusus seperti yang telah kita datangi untuk mengetahuinya di Ontario sekarang, sangat banyak fenomena di abad kedua puluh. Sejarah dan masa depan yang kemungkinan akan terjadi titik tempatnya aliran sungai, titik di mana perjalanan ke Undang &#8211; undang 82 dimulai, pada pertengahan 1916. Dekade ini adalah masa ketika kronologi peristiwa bergeser dari episodik, seringkali tak terhubung dan bagaimana upaya untuk memperbaiki siswa luar biasa, dengan gerakan yang koheren secara umum yang bertujuan untuk mendidik mereka sesuai dengan kebutuhan mereka. Perubahan terjadi kali ini  di sekitar  untuk sejumlah alasan.</p>
<p><strong>A Pergeseran Berpikir </strong></p>
<p>Pengaruh dari dua ide yang mendominasi berkurang secara signifikan dalam sembilan belas enam puluhan. Salah satu dari ide ini adalah diproduksi secara komersial, instrumen penilaian diberikan secara resmi &#8211; tes, khususnya tes IQ &#8211; dapat digunakan sebagai penentu eksklusif dari potensi siswa di masa depan. Meskipun keraguan mengenai nilai riil &#8211; dan penyalahgunaan &#8211; instrumen pengujian yang dikembangkan sejak tahun 1930-an, kepercayaan masyarakat umum yang ada dalam diri mereka telah mengambil waktu lama untuk memudar.</p>
<p>Simultan dengan evaluasi ulang tentang peran tes adalah penurunan dari gerakan eugenika, filsafat sangat populer di kalangan intelektual pada awal paruh abad ini. Eugenik berpendapat bahwa &#8216;kelemahan pikiran&#8217; orang harus dilindungi dalam institusi,, dalam rangka melindungi masyarakat, pada gilirannya, dari kontaminasi genetik. Pada tahun 1918, sebuah koalisi dari dokter, pekerja sosial dan berpengaruh warga telah membentuk Komite Nasional Kanada di Mental kebersihan untuk menekan pemerintah dalam memperluas fasilitas kustodian untuk &#8216;kelemahan-pikiran&#8217; yang menyebar itu disebabkan, di pendapat komite, oleh &#8220;prokreasi oleh saham yang tidak sehat, jumlah yang sedang dipercepat oleh pemerintah masuk ke Dominion, dari imigran merosot&#8221; (sic!).</p>
<p><strong>Prinsip Normalisasi</strong></p>
<p>Walaupun pengujian dan eugenika keduanya masih memiliki juara mereka &#8211; khususnya pengujian &#8211; gabungan mereka dan agak saling mendukung  kekuasaan sangat minim pada saat pemerintah Ontario mengeluarkan Undang &#8211; undang 82. Di tempat mereka, prinsip normalisasi diperjuangkan di Kanada oleh Wolf Wolfensberger melalui Institut Nasional pada keterbelakangan mental (sekarang Institut Roeher G. Allen) menjadi filasafat yang diterima secara luas. Pada dasarnya, normalisasi berpendapat menentang pelembagaan, dan melawan, cukup meyakinkan, bahwa orang-orang dengan kebutuhan khusus harus dipandang lebih dari titik-titik di mana mereka mirip dengan orang lain, bukan dari orang-orang yang mereka anggap berbeda. Filsafat normalisasi menyatakan bahwa, jika mereka diintegrasikan ke dalam arus utama masyarakat, orang-orang yang luar biasa, seperti mereka yang cacat mental, akan mengambil perilaku dari norma karena mereka akan memiliki model – model yang lebih normal untuk diikuti.</p>
<p>Ini adalah konsep yang menunjukkan pertumbuhan yang tak terbatas dan perbaikan bukannya langit-langit dan keterbatasan, dan itu menghantam akord yang kuat, bukan hanya di Ontario, tetapi di seluruh Kanada dan Amerika Utara. Dengan demikian, hanya sekitar dua puluh tahun, kebijakan pemerintah di sepanjang benua berubah dari komitmen untuk membangun dan perluasan fasilitas berbasis perawatan, untuk strategi yang melihat pusat-pusat tersebut ditutup dan para penghuni yang diintegrasikan ke dalam komunitas mereka.</p>
<p><strong>Kekuasaan  Pendidik </strong></p>
<p>Pendidik di tahun enam puluhan, dan bahkan lebih lagi pada tahun tujuh puluhan, mulai menyisihkan model medis pendekatan kepada siswa dengan kebutuhan khusus. Di bawah pengaruh model ini, mereka telah diajarkan untuk berkonsentrasi pada apa yang salah dengan siswa. Apa yang mulai menggantikan gaya yang lebih luas, lebih ekologis dalam fokus menggabungkan seluruh pribadi, pada dasarnya sebuah perspektif yang memberikan catatan dari apa yang dapat dilakukan siswa luar biasa di samping apa yang sulit atau tidak mungkin  untuk dilakukan. Pada saat yang sama, guru-guru juga mulai menyadari kekuatan mereka sendiri, dan kekuatan potensi dari kontribusi mereka sendiri ke kasus siswa luar biasa. Sedangkan dalam pendekatan model medis, seorang guru diharapkan untuk tunduk kepada yang lebih besar, di luar keahliannya, fokus ekologi menghibahkan guru dan asisten pendidikan, hak untuk melakukan intuisi, pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p>Konsekuensi penting dari pendekatan yang terakhir ini adalah bahwa siswa dengan kebutuhan khusus adalah dilihat sebagai sebuah entitas kependidikan, bukan sebagai kustodian, medis yang bertanggung jawab untuk pengembangan intelektual dan belajar adalah sekunder untuk mengatasi rintangan.</p>
<p>Mungkin yang lebih penting, akhirnya, adalah efek dari perspektif ini tentang bagaimana layanan pendidikan khusus disampaikan. Dalam model medis, keahlian dikunjungi pada kedua siswa dan guru dari atas dan jauh. Dalam sebuah model yang memerlukan empirisisme dan hipotesis dan fleksibilitas dan konstan modifikasi program, pengambilan keputusan dan pemberian layanan cenderung lebih jauh, belum lagi tepat, jika mereka mengambil tempat di lokasi. Pada saat Undang – undang 82 satu dekade lebih tua karena itu, tren di Ontario telah berpindah dengan jelas terhadap pengelolaan kebutuhan khusus di komunitas sekolah lokal, dan khususnya di kelas reguler.</p>
<p><strong>Tahun 1979 &#8211; Kasus Pete</strong></p>
<p>Agenda didistribusikan kepada masyarakat di daerah pertemuan dewan sekolah, item no. 5 memperlihatkan yang cukup berbahaya. Hal ini tertulis</p>
<p>Persetujuan dana untuk menginstal lift, merenovasi pintu masuk utama, kamar mandi, keluarnya api  dan pintu kelas sebagaimana dimaksud dalam Laporan 995A.</p>
<p>Untuk Pete dan keluarganya dan untuk tiga keluarga lainnya dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang menderita cacat fisik, no. 5 item implikasi penuh. Pete menderita penyakit otot. Selama bertahun-tahun di sekolah dasar, kondisi telah berkembang ke titik di mana ia tidak bisa lagi berjalan selama lebih dari beberapa meter tanpa risiko jatuh yang serius. Jalan-jalan itu sendiri dilakukan dengan bantuan tongkat yang Pete gunakan dalam ayunan lebar. Semakin, ia menghabiskan lebih lama dan lebih lama di kursi roda, dan kini diperlukan beberapa bantuan bila menggunakan kamar mandi. Dalam beberapa bulan, Pete akan memenuhi syarat untuk menghadiri sekolah menengah dalam komunitasnya. Namun, itu adalah sebuah bangunan tua di mana dia tidak hanya akan bisa mendapatkan sekitar, apalagi masuk atau keluar, tanpa ada perubahan struktural utama untuk itu. Juga akan  memerlukan semacam pengaturan dikembangkan untuk kebutuhan kebersihan pribadi Pete. Tidak ada baik dalam pendidikan atau hukum perdata wajib dewan untuk melakukan hal-hal ini, tapi karena komunitas yang cukup kecil tempat Pete dan keluarganya sangat dikenal dan aktif, wali lokal sepakat untuk membahas masalah ini.</p>
<p>Gerak dikalahkan, tetapi begitu sempit bahwa keluarga Pete cukup didorong untuk menekan kemungkinan lain. Sejak 1974, UU Pendidikan Ontario telah diizinkan dewan sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan khusus jika mereka memilih untuk dan sekarang, beberapa dewan di provinsi itu disarankan untuk melakukannya. Beberapa telah merenovasi beberapa sekolah untuk menampung siswa dengan cacat fisik. Jadi keluarga Pete, yang didukung oleh sebuah kelompok advokasi, mulai mendesak dewan lokal untuk mengatur-dan menanggung biaya &#8211; untuk Pete untuk mendaftar di salah satunya. Sekali lagi para wali mendengarkan dengan cermat dan simpatik, tetapi karena ada sejumlah siswa dalam situasi yang mirip dengan Pete, mereka mendekati proposal dengan sangat hati-hati. Jadi hati-hati, ternyata, bahwa gerak yang terus ditunda. Orang tua, mewaspadai hasilnya, enggan menjual rumah mereka, pindah dari komunitas, dan dipindahkan di bagian lain dari provinsi dekat sebuah sekolah yang sudah dimodifikasi untuk siswa dengan kebutuhan khusus seperti anak-anak mereka.</p>
<p><strong>Kekuasaan Orang Tua</strong></p>
<p>Komentator sosial sering melacak asal-usul advokasi orangtua  kepada gerakan protes dari sembilan belas enam puluhan. Tentu saja, itu adalah saat ini ketika orang tua siswa dengan kebutuhan khusus menemukan bahwa mereka bisa mencapai lebih banyak bagi putra-putri mereka dengan bertindak secara kolektif daripada sendiri-sendiri. Hasilnya adalah bahwa aktivisme politik oleh orangtua dan kelompok-kelompok advokasi lain mulai memiliki &#8211; dan terus memiliki &#8211; pengaruh yang kuat pada pemerintah. Kekuatan dan kecanggihan upaya pemasukan oleh kelompok-kelompok seperti Asosiasi Pembelajaran Kecacatan, Asosiasi untuk Penerangan Anak-anak, Asosiasi untuk Komunitas Tertinggal, di antara banyak lainnya, telah memainkan selama puluhan tahun kini dalam memotivasi yurisdiksi pendidikan untuk memperbaiki nasib siswa luar biasa. Pada kenyataannya, ada banyak peserta dalam proses yang akhirnya melahirkan Undang – undang 82 di Ontario, yang mengakui bahwa cukup terang, kalau bukan untuk kegiatan pendukung, seperti undang-undang kemungkinan besar tidak akan terjadi secepat itu.</p>
<p>Salah satu konsekuensi penting dari tingkat advokasi ini,di akhir abad 21, menjadi diterima, bahkan mendorong, praktik di kalangan pendidik profesional untuk melibatkan orang tua atau wakil mereka jauh lebih luas dalam pembuatan keputusan pendidikan dari hari ke hari dari semua jenis.</p>
<p><strong>U.S Hukum Publik 94-142 </strong></p>
<p>Sebuah potongan tanda undang-undang di Amerika Serikat, &#8220;Pendidikan untuk Semua Anak Cacat dalam Undang-Undang&#8221; (yang seperti UU Amandemen Pendidikan Ontario menjadi dikenal lebih baik oleh legislatif itu pembuat  judul: PL (untuk &#8216;Hukum Publik&#8217;) 94-142 ) disahkan pada tahun 1975. PL 94-142 memerintahkan pendidikan yang tepat untuk setiap siswa yang cacat, sesuai prosedur penyaringan, konsultasi dengan orangtua (dan proses hak jika mereka tidak setuju dengan sekolah), tertulis rencana pendidikan individu (IEP) untuk masing-masing murid, penempatan pada lingkungan yang paling ketat sesuai dengan kebutuhan siswa, dan fitur lainnya. Selanjutnya amandemen undang-undang ini telah mengutak-atik dan meningkat (misalnya, PL 99-457, &#8216; Undang – undang Pendidikan Individu Penyandang Cacat &#8216; (IDEA) pada tahun 1990) tetapi undang-undang ini, oleh dan besar, memenuhi janji tanpa perubahan besar.</p>
<p>PL 94-142 memiliki pengaruh kuat pada yurisdiksi lainnya di Amerika Utara, memberi mereka di satu sisi, motivasi untuk membawa tentang undang-undang mereka sendiri, dan di sisi lain, tekad untuk menghindari dari masalah. Salah satu yang terakhir adalah bahwa meskipun &#8220;setidaknya lingkungan terbatas&#8221; tidak pernah dimaksudkan untuk berarti &#8216;kelas reguler untuk semua orang&#8217;, menafsirkan ungkapan seperti itu telah menimbulkan cukup banyak litigasi. Lainnya adalah keterbelitan yang telah dihasilkan dari membuat penulisan luas rencana pendidikan individu (IEP) dan persyaratan hukum .*</p>
<p>Dua provinsi di Kanada telah menyampaikan perundang-undangan wajib dengaan baik di depan Saskatchewan Amerika Serikat pada tahun 1971, dan Nova Scotia pada tahun 1973. Di  legislatif Ontario, seorang anggota pribadi undang &#8211; undang ( Undang – undang 109) mengenai pendidikan khusus ditunda pada tahun 1977. Tagihan yang disebut untuk undang-undang wajib tetapi tidak bisa melewati bacaan pertama. Peristiwa ini ditambahkan pada dorongan untuk gerakan, tetapi itu adalah gembar-gembor menyertai PL 94-142 peristiwa yang benar-benar dipercepat. Pada tahun 1980, pemerintah Ontario memiliki Undang – undang 82 yang tercantum di  buku.</p>
<p>=&gt; Departemen Pendidikan dan Pelatihan berkomitmen untuk  prinsip bahwa integrasi siswa luar biasa seharusnya menjadi praktek biasa di Ontario, ketika seperti penempatan memenuhi kebutuhan siswa dan sesuai dengan keinginan orangtua. Berbagai pilihan, termasuk penempatan di kelas khusus atau provinsi atau demonstrasi sekolah akan tetap tersedia untuk murid-murid yang kebutuhannya tidak dapat dipenuhi di dalam kelas reguler.</p>
<p>&#8212; Jill Hutcheon, Asisten Deputi Menteri, Memorandum untuk direktur, pengawas dan kepala sekolah, June 9,1994.</p>
<p><strong>Apa yang dibawa Undang – undang 82 ke Ontario</strong></p>
<p>Berikut adalah fitur penting dari Undang – undang 82 (Undang – undang Amandemen Pendidikan) dan peraturan ** yang terkait dengannya. Meskipun semua fitur ini tetap berlaku, penting untuk diingat bahwa undang-undang provinsi bersama Departemen &#8211; mengeluarkan peraturan dan kebijakan memorandum, secara teratur diubah dan diperbaharui.</p>
<p>* Di Ontario, menulis rencana pendidikan individu (IEPs) tidak diperlukan bila Undang – undang 82 disahkan pada tahun 1980, meskipun sebagian besar provinsi pendidik segera mulai menggunakannya sebagai bagian dari praktek pendidikan khusus yang normal. Dibuat IEPs persyaratan regulasi di provinsi pada tahun 1998, namun peraturan tidak menetapkan jenis detail secara luas yang semula ditetapkan dalam PL 94-142</p>
<p>** Dari waktu ke waktu, Departemen Pendidikan dan Pelatihan isu-isu &#8216;Peraturan&#8217; yang memberikan arah tertentu ke provinsi dewan sekolah mengenai masalah-masalah kebijakan dan praktek. Peraturan 181, yang rincian komposisi dan peranan IPRCs, adalah sebuah contoh. Meskipun mereka tidaklah undang-undang per se, peraturan dasarnya gaya yang sama. &#8216;Program / Kebijakan Memorandum&#8217;, juga dikeluarkan oleh Kementerian, memenuhi fungsi yang sama. PPM 76C, misalnya, meliputi program alternatif pendanaan untuk tuli, buta, dan tuli &#8211; buta siswa.</p>
<p>• Setiap anggota dewan sekolah di provinsi ini diperlukan untuk menyediakan program pendidikan khusus dan layanan untuk murid yang luar biasa. Jika papan tidak dapat menyediakan program dan layanan, itu harus membuat kesepakatan dengan dewan lain untuk memberi mereka (dan kompensasi dewan lainnya sesuai).</p>
<p>• Dewan adalah untuk membangun Identifikasi, Penempatan dan Komite Peninjau(IPRCs) yang fungsi utama adalah untuk mengidentifikasi apakah seorang murid yang luar biasa, dan kemudian memutuskan atas penempatan baginya. (Fitur ini merupakan pusat provinsi struktur khusus. Untuk lebih lengkap lagi ada pada IPRC, lihat Bab 5).</p>
<p>• Orangtua murid yang luar biasa harus dimasukkan dalam identifikasi dan proses penempatan. Suatu tinjauan dan proses banding tersedia jika mereka tidak puas dengan identifikasi IPRC atau penempatan keputusan.</p>
<p>• Masing-masing dewan sekolah diperlukan untuk membentuk Komite Penasihat Pendidikan Khusus (SEAC) untuk memberikan nasihat mengenai masalah-masalah program pendidikan khusus dan layanan.</p>
<p>• Komprehensif  dari pendidikan khusus &#8216;Rencana &#8216; harus dikembangkan dan dipertahankan oleh masing-masing dewan sekolah di mana program-program dan layanan yang diuraikan untuk umum dan pemeriksaan Departemen. &#8216;Rencana&#8217; diperbarui dan diubah seperti yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan siswa luar biasa.</p>
<p>• Sekolah dewan diperlukan untuk menerapkan prosedur untuk awal (dan di &#8211; pergi) identifikasi kemampuan belajar murid dan kebutuhan.</p>
<p><strong>Tantangan Pertemuan Undang – undang 82</strong></p>
<p><strong>Di Kantor Dewan </strong></p>
<p>Bahkan kritikan Undang – undang Ontario setuju bahwa optimisme dibingungkan dengan dikeluarkannya Amandemen UU Pendidikan, adalah oleh dan besar selama tahun-tahun berikutnya. Ketika Undang – undang 82 disahkan pada tahun 1980, provinsi dewan sekolah diberi lima tahun untuk membangun rencana dan sistem mereka, namun kebijakan  pendidikan khusus dan praktik-praktik beroperasi sepenuhnya pada mayoritas dewan  baik sebelum tenggat waktu. Lebih halus, tetapi sangat secara jelas dan penting yang hampir langsung sukses, adalah relatif mudah dengan pendidikan khusus menjadi bagian alami dari setiap fungsi dewan sekolah.</p>
<p>Fenomena terjadi meskipun beberapa tantangan pembangunan besar. Sebelum Undang – undang 82, dewan sekolah yang terpisah, misalnya, tidak punya hak untuk memberikan program dan layanan untuk apa yang disebut pada tahun 1980, ‘ Penundaan Pelatihan Siswa&#8217;, dan sebagian besar dewan terpisah harus membangun layanan ini dari awal dalam waktu yang sangat singkat waktu. Dewan yang lebih kecil, terutama sebagian di daerah pedesaan, juga harus mengembangkan sistem pendidikan khusus dengan sedikit atau tanpa dasar yang ada untuk membangun. Bahkan dewan yang sudah memiliki beberapa layanan pendidikan khusus di tempat sebelum 1980, biasanya tidak menawarkan sistem yang lebar dan sistem yang komprehensif yang dapat ditemukan hampir di mana saja di provinsi dan hanya lima tahun kemudian.</p>
<p><strong>Dalam Kelas </strong></p>
<p>Tantangan  lain adalah menemukan &#8220;Garis- Depan&#8221; staf untuk membuat sistem bekerja pada setiap hari. Pada saat yang sama RUU menjadi undang-undang, sangat sedikit guru di provinsi yang telah melaksanakan pendidikan khusus sebagai bagian dari jalur karier. Namun kombinasi guru memiliki keterampilan yang tidak seimbang, dan kemauan mereka siap untuk belajar di tempat kerja, didukung oleh pengembangan profesional massa mendorong pada bagian dari Departemen dan dari universitas di provinsi itu, segera ditangani komponen vital ini. Dalam hanya satu dekade wajib mendirikan pendidikan khusus, pemerintah provinsi mampu menunjukkan kader besar guru profesional untuk berkomitmen dengan jelas ke lapangan. (Lihat Lampiran untuk informasi tentang Kualifikasi tambahan (AQ) dalam pendidikan khusus.)</p>
<p>Sama-sama mendesak adalah kebutuhan akan sumber daya dan dukungan personel, terutama asisten mengajar di kelas, yang segera mengambil peran lebih penting karena sekolah mulai berurusan dengan berbagai kebutuhan khusus yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Untungnya, komunitas kampus Ontario cepat untuk menunjukkan kepemimpinan dalam mengembangkan program pendidikan yang efektif untuk calon asisten, tanggapan keuntungan yang dibayarkan dengan segera, asisten membuktikan diri tak ternilai dalam ruang kelas dengan anak-anak yang luar biasa.</p>
<p><strong>Di Rumah dan Sekolah </strong></p>
<p>Meskipun gagasan tentang dukungan orangtua untuk pendidikan adalah sebuah novel di 1980, cara dan tingkat keterlibatan orang tua yang tumbuh sebagai konsekuensi dari pendidikan khusus, adalah sesuatu yang berbeda untuk provinsi. Beberapa senior administrator menemukan pengalaman yang lebih banyak dari tantangan daripada mereka terbiasa, tetapi untuk sebagian besar, pengalaman terbukti sangat positif.</p>
<p>Pada awalnya, peran orangtua itu sangat terbatas pada SEAC, Komite Penasihat Pendidikan Khusus bahwa dewan sekolah yang diperlukan untuk membangun, dengan keanggotaan yang diambil terutama dari berbagai asosiasi orangtua di masyarakat. Namun, baik sebagai administrator dan personel kelas secara bertahap datang untuk memahami melalui pengalaman, orang tua berperan dalam pendidikan anak-anak dengan kebutuhan khusus yang secara kualitatif dan kuantitatif berbeda dari yang biasanya diperlukan dalam mendukung pendidikan anak-anak lain.</p>
<p>Akhir tahun 1997, Departemen Pendidikan dan Pelatihan menerbitkan kembali peraturan yang mengatur SEACs (Reg.464) dan di dalamnya, yang memperkuat peran badan-badan ini dalam bermain. Sekarang SEACs berhak untuk melihat anggaran dewan, dan juga, untuk memberikan masukan dalam alokasi keuangan pendidikan khusus. Beberapa dewan  di provinsi sudah melakukan hal ini sebagai masalah saja. Namun, fakta bahwa hak yang sangat penting ini diabadikan dalam kebijakan provinsi resmi, menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua telah terbukti bermanfaat dalam banyak cara.</p>
<p><strong>Tahun 1989 &#8211; Kasus Justin</strong></p>
<p>Sebuah kebingungan dari transfer Oktober berarti bahwa di kelas tiga Justin tiba-tiba mendapat seorang guru baru hanya seminggu sebelum situasi khusus yang dijadwalkan untuk ditinjau oleh seorang Identifikasi, Penempatan, Komite Peninjau (IPRC). Guru baru dengan bijaksana memungkinkan asisten untuk penuh waktu di kelas tiga untuk bekerja dengan sumber daya guru di sekolah dalam menyusun dokumentasi untuk IPRC. EA berpengalaman dan diadakan di tingkat tinggi sekolah, dan dia telah bekerja dengan Justin selama dua tahun terakhir. Mungkin yang paling penting, dia adalah salah satu dari sedikit orang dewasa yang mengerti dan mengelola perilakunya secara efektif.</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, Justin telah didiagnosa sebagai autis, ADHD, kurang pembelajaran, disfungsional dan mental, oleh berbagai psikolog klinis, baik dalam praktek swasta, atau dipekerjakan oleh dewan sekolah. Sementara Justin masih di taman kanak-kanak, sebuah IPRC mengambil langkah yang tidak biasa &#8211; untuk seorang mahasiswa begitu muda &#8211; untuk mengidentifikasi dirinya &#8220;luar biasa: perilaku&#8221;. Justin ibu setuju dengan identifikasi karena, ketika ia menulis surat kepada kepala sekolah, itu akan memungkinkan sekolah untuk mendatangkan sumber daya tambahan baginya. Namun, ia menjabat perhatikan dia akan menarik setiap gerakan untuk mengambil anaknya keluar dari kelas reguler, dan mempertahankan posisi itu melalui tinjauan di kelas satu dan dua, dalam menghadapi semakin banyak bukti bahwa kelas reguler mungkin bukan tempat terbaik untuknya.</p>
<p>Tinjauan khusus di kelas tiga diatur oleh kepala sekolah, demi semua orang, direncanakan untuk membuat satu tusukan lagi pada tempat pemodifikasian kelas Justin. Jika itu gagal, ia akan memulai proses yang dapat menyatakan dia &#8216;keras untuk &#8211; melayani&#8217; dan dengan demikian dikeluarkan dari sekolah. Untungnya, semua orang, termasuk ibu anak itu, setuju untuk penyesuaian. Justin akan memulai setiap hari di kelas tiga dan kemudian, dengan EA, bergabung dengan kelas sumber daya kecil. Dia akan, tergantung pada suasana hati dan perilaku, kembali ke kelas reguler sesering mungkin, untuk jangka waktu selama mungkin. Di atas semuanya, disepakati bahwa fleksibilitas akan menang dan baik EA dan guru akan bebas untuk membuat keputusan yang diperlukan.</p>
<p>Untuk Justin &#8211; dan semua orang &#8211; hasil jangka panjang yang paling positif. Seiring waktu, semakin ia menghabiskan lebih banyak waktu di kelas reguler tiga, tetapi selalu ada tempat yang ramah untuk pergi jika diperlukan. Mungkin mengatakan: ketiadaan IPRC meninjau di kelas empat hanya berlangsung sepuluh menit.</p>
<p><strong>Pertumbuhan Ketidaksehatan </strong></p>
<p>Walaupun fakta bahwa proses IPRC menjamin hak-hak dan keterlibatan orang tua, banyak yang pada mulanya terintimidasi oleh kompleksitas nyata. Undang-undang mengharuskan secara khusus pada dewan untuk memberikan literatur untuk menjelaskan IPRC tetapi, pada awalnya terutama, sebagian dari mereka tidak cukup berhasil dalam hal ini. Seiring waktu, bagaimanapun, kombinasi sederhana akan baik, bersama dengan usaha kerjasama pada bagian dewan, dan beberapa karya yang sangat efektif oleh asosiasi orang tua dan guru pendidikan khusus, telah berbuat banyak untuk mengurangi keprihatinan ini.</p>
<p>Proses banding juga, datang di bawah kritikan. Orang tua tidak puas dengan keputusan IPRC  yang dapat mengambil kasus pertama mereka ke Dewan Banding, dan kemudian jika tidak terselesaikan di tingkat ini, ke Majelis Pendidikan Khusus. Proses datang di bawah cukup menunjuk studi kritik sampai sidang Dewan Banding yang ditugaskan oleh OCASE (Reilly, 1991) menunjukkan bahwa proses yang benar-benar efektif pada pemberian orangtua yang adil. Namun demikian, beberapa tahun kemudian, provinsi memodifikasi proses banding, sehingga hak untuk memilih anggota Dewan Banding akan dibagi rata oleh orang tua dan dewan sekolah.</p>
<p>Selama beberapa tahun di pertengahan 1990-an, proses banding &#8211; memang seluruh sistem pendidikan khusus dan bahkan Undang-undang Pendidikan &#8211; menyinggung dalam kasus yang akhirnya terdengar dan diperintah oleh Mahkamah Agung Kanada (Lihat halaman 19: Eaton vs Brant County Board). Namun, tidak hanya melakukan putusan pengadilan tinggi menegakkan keputusan dewan IPRC yang asli, selama persidangan di beberapa tingkatan pengadilan, perundang-undangan pendidikan khusus provinsi juga disahkan dengan tegas.</p>
<p>Untungnya, daya tarik dan litigasi telah menjadi faktor yang sangat kecil hanya di beberapa kasus. Ribuan IPRCs digelar sejak pelaksanaan final Undang – undang 82, telah dihasilkan tetapi beberapa lusin Pengadilan, menunjukkan dengan cukup kuat bahwa proses IPRC dalam melakukan pekerjaan itu dirancang untuk dilakukan. Hal lain yang lebih baru &#8211; dan positif &#8211; tren, yang tidak memiliki dasar dalam undang-undang tetapi secara aktif didorong oleh Kementerian, adalah penggunaan mediasi untuk menyelesaikan jalan buntu. Kedua orang tua dan dewan yang menemukan teknik ini jauh lebih mahal dan waktu &#8211; memakan dari formal banding, dan biasanya, salah satu yang meminimalkan pos &#8211; pertentangan residu.</p>
<p><strong>Keselarasan Secara Konstan</strong></p>
<p>Mengingat perubahan besar dilakukan oleh undang &#8211; undang 82 dan peraturan yang terkait dan pengingat kebijakan, jumlah penyesuaian berikutnya pada provinsi – dasar lebar, telah sedikit menegur. Memang, banyak dari apa yang telah diubah, telah pergi dengan terbuka dan memberitahuakan  kecuali oleh administrator, dan oleh orang tua dengan minat khusus. Tipe  dari kelompok terakhir ini adalah orangtua dari anak-anak keterbelakangan perkembangan pada tahun 1993, ketika pemerintah provinsi dalam apa yang dikenal sebagai Undang – undang  4 mencabut waktu deretan penundaan dari Undang-Undang Pendidikan. UU yang sama mengeluarkan &#8216;keras &#8211; ke &#8211; melayani&#8217; bagian dari Undang-Undang. Hal ini rumit dan hampir tidak pernah digunakan rangkaian klausa yang memungkinkan sebuah dewan untuk mengecualikan seorang murid.</p>
<p>Modifikasi yang paling signifikan untuk kebijakan pegawai dan praktek telah diperkenalkan pada tahun 1998, ketika provinsi – mengeluarkan kembali peraturan mengenai proses IPRC. Peraturan baru (Reg. 181) memperluas tanggung jawab dari komite dalam berbagai cara, diperlukan rencana tertulis untuk pelajar yang luar biasa, dan umumnya memperkuat peran dan hak-hak orang tua. (Lihat Bab 5 untuk rincian lebih lengkap.) Sudah ada keselarasan baik lainnya juga, tetapi kenyataan bahwa begitu relatif sedikit item yang telah diubah di kebijakan resmi pendidikan khusus dan praktek Ontario, memperkuat kesimpulan bahwa bekerja dengan baik, pada umumnya berbicara. Dan ketika modifikasi dianggap penting, sebagian besar dapat dicapai oleh dewan individu dan sekolah.</p>
<p>Sebagai praktik pendidikan khusus dewasa, apa yang tampaknya lebih mungkin terjadi  basis yang sering ada kurang lebih adalah inisiatif seperti kebutuhan khusus teknologi (misalnya, teks pidato pada perangkat lunak dan perangkat keras) atau SNOW (Special Needs Opportunity Window) yang dikembangkan di Web Site pada tahun 1998 sebagai pusat sumber daya bagi para guru.</p>
<p><strong>Mencari Kompromi pada Integrasi * </strong></p>
<p>Pada waktu RUU 82 menjadi undang-undang, kebiasaan di kebanyakan yurisdiksi untuk kelompok siswa yang luar biasa dalam diri &#8211; berisi kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan khusus mereka. Ini bukan hanya dianggap normal, tetapi sebenarnya bermanfaat bagi semua pihak. Bukan hal yang aneh bagi dewan sekolah untuk menunjuk dengan bangga ke jumlah dan kisaran dari situasi kelas khusus ini ditawarkan dalam &#8216;Rencana&#8217;. Namun, dalam waktu yang sangat singkat. agenda pendidikan khusus dikalahkan oleh tekanan dari beberapa orangtua dan profesional untuk mengintegrasikan semua siswa yang luar biasa ke kelas reguler, penuh waktu. Dukungan untuk integrasi penuh itu tidak berarti bulat, yang lainnya berpendapat bahwa manfaat lingkungan khusus terlalu signifikan untuk dihapus. Hasilnya, untuk sementara waktu, sangat intens konflik.</p>
<p>Persoalannya, bukan hanya di Ontario, tetapi di seluruh Kanada, semakin tertutupi oleh apakah atau tidak merupakan keputusan dewan untuk menempatkan siswa yang luar biasa dalam kelas khusus, bisa menjadi pelanggaran kesetaraan hak-hak lainnya di bawah Piagam Hak-Hak Kanada dan Kebebasan. Tahun 1996 putusan pengadilan tinggi di Eaton vs Brant County (lihat hal 19) berbuat banyak untuk meredakan pertentangan ini, tapi kali ini pemerintah provinsi telah membuat langkah-langkah penting ke arah penyelesaian yang masuk akal dan logis. Pada awal musim semi 1991, kemudian Menteri Pendidikan telah membuat pernyataan ke legislatif Ontario bahwa posisi pemerintahnya yang &#8216;pengintegrasian murid yang luar biasa ke kelas masyarakat lokal menjadi norma sedapat mungkin&#8217;. Ia melanjutkan untuk menjamin bahwa sejauh pengaturan terpadu ini tidak sesuai bagi setiap anak, dewan sekolah akan didorong untuk menawarkan berbagai alternatif penempatan pendidikan.</p>
<p>Hal itu adalah posisi yang tampaknya sekaligus masuk akal, pendidikan suara, dan politik yang cerdik. Meskipun tidak ada pemerintah Ontario belum diajukan legislasi tertentu untuk mencerminkan posisi itu, maka pada dasarnya, cara kerja pendidikan khusus di provinsi hari ini.</p>
<p>Kebijakan dari Departemen mendukung, dan banyak dewan sekolah dan sekolah masing-masing sudah beroperasi dengan cara seperti itu dalam hal apapun. Di atas segalanya, Ini adalah posisi yang memungkinkan para pendidik dan orang tua untuk bekerja sama dalam suasana fleksibilitas, sesuatu yang sangat mengerti menyiratkan kebutuhan khusus.</p>
<p><strong>Pendidikan Khusus hari ini : Angkatan yang sudah Matang</strong></p>
<p>Untuk siswa Ontario dengan kebutuhan khusus, akses universal untuk pendidikan dijamin. Yang pasti pilihan pertama adalah penempatan kelas reguler. Dan mungkin yang paling penting, siswa dengan kebutuhan khusus hanya bahwa: pelajar.</p>
<p>Singkatnya, pendidikan khusus telah menjadi normal, integral, dan fungsional bagian dari pendidikan secara umum. Bukan berarti perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan dan perbaikan akan tidak lagi diperlukan. Penyesuaian akan selalu diperlukan dan akan terus terjadi. Tapi pendidikan khusus di Ontario sekarang diposisikan sehingga perubahan itu terjadi dalam konteks yang lebih besar dari semua pembangunan pendidikan. Pendidikan itu sendiri menyesuaikan dengan perubahan sosial, teknologi dan kebutuhan umum, pendidikan khusus akan beradaptasi dengan hal itu. Dalam konteks itu, masa depan pendidikan khusus di provinsi ini kemungkinan besar akan dinyatakan dalam perbaikan positif dari keuntungan yang telah dibuat.</p>
<p><strong>Tahun 2000 &#8211; Kasus Onisa</strong></p>
<p>Mengingat bahwa, di kelas dua, Onisa secara teratur membawa kliping dari Globe and Mail dan National Post untuk menunjukkan &#8211; dan katakan &#8220;, tak seorang pun di sekolah itu sedikit terkejut ketika dia memenangkan UN &#8211; yang disponsori perjalanan ke Jenewa, Swiss , untuk esai tentang makna demokrasi, Masih, selama promosi dan penempatan pertemuan yang dilaksanakan pada akhir tahun sekolah, baik guru Onisa di kelas enam  dan &#8216;Tantangan Program&#8217; guru gelisah.</p>
<p>Onisa telah diidentifikasi &#8216;berbakat&#8217; untuk beberapa waktu, dan prestasi akademis yang luar biasa, khususnya selama tahun-tahun sebelumnya di sekolah. Tapi tes prestasi standar diberikan sebelum akhir tahun di kelas enam menyarankan kemampuan agak lebih sederhana. Onisa masih jelas dalam jangkauan &#8216;Superior&#8217;, tetapi jika bahasa dan kategori-kategori ketidaksadaran umumnya adalah faktor luar, dan hanya hasil nya dalam matematika / sains yang disajikan, dia benar-benar di bawah rata-rata untuk kelasnya. Yang menarik kedua guru  Onisa adalah bahwa penerimaan ini tidak merata mengukuhkan bahwa kedua dari mereka telah melihat: kontras antara apa yang tampak seperti dia bakat di bahasa, dan kemampuan biasa-biasa saja dalam matematika dan sains.</p>
<p>Ini adalah sebuah dilema bagi guru karena dalam peraturan, semua siswa berangkat ke sekolah baru setelah kelas enam. Untuk Onisa yang melanjutkan dalam &#8220;Program Tantangan &#8216;dan mampu mengembangkan kemampuan yang unik, dia identifikasi sebagai&#8217; berbakat &#8216;akan perlu dikonfirmasikan oleh peninjauan tahunan IPRC. Namun, sedangkan &#8220;Program Tantangan&#8221; dari kelas enam adalah untuk perorangan, dalam – kelas regular, pengayaan menawarkan, dari tujuh kelas, siswa mengidentifikasi &#8216;berbakat&#8217; biasanya ditempatkan di sendiri &#8211; untuk kelas  yang memuat sejalan dengan disempurnakan kurikulum (termasuk tingkat mahir matematika dan sains).</p>
<p>Untungnya, dewan sumber daya sekolah dan profesionalisme stafnya dibawa untuk menanggung atas nama Onisa. Kepala program berbakat menyadari beberapa siswa lain yang serupa dengan matematika / sains vs ketidakseimbangan bahasa &#8211; dan yang berbagi tipe ketertarikan Onisa. Oleh karena itu, mereka masing-masing direkomendasikan untuk tingkatan yang sama di kelas tujuh. Hal ini tidak akan menjadi berada di sekolah yang ditujukan untuk peningkatan kurikulum khusus, tetapi Onisa dan teman-temannya akan mempertahankan identitas mereka sehingga, jika di masa depan, tampaknya salah satu dari mereka akan lebih baik dengan kurikulum yang disempurnakan, maka pengaturan dapat dibuat dengan minimalkan kegiatan yang menyimpang.</p>
<p>Setelah enam bulan di sekolah baru, Onisa menolak untuk pindah ketika itu ditawarkan (walaupun salah satu dari teman-temannya menerima). Setelah dua belas bulan berlalu, ia berhak sekali lagi untuk bersaing dalam kontes esai UN. Kali ini langkah pertama dalam proses adalah menulis dan meminta janji federal Menteri Luar Negeri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=30&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/tugas-translate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/resume-perkuliahan-3/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/resume-perkuliahan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 09:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 17 Desember 2009 WAWASAN ALMAMATER DAN WAWASAN WIYATAMANDALA Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Saat tahun ajaran baru, khususnya bagi pelajar yang baru menduduki jenjang yang baru akan mendapat pengetahuan mengenai Wawasan Almamater dan Wawasan Wiyatamandala. Mereka mendapatnya saat diadakan orientasi siswa di sekolah sehingga siswa/ I sekolah tersebut dapat mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=28&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 17 Desember 2009</p>
<p>WAWASAN ALMAMATER DAN WAWASAN WIYATAMANDALA</p>
<p>Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Saat tahun ajaran baru, khususnya bagi pelajar yang baru menduduki jenjang yang baru akan mendapat pengetahuan mengenai Wawasan Almamater dan Wawasan Wiyatamandala. Mereka mendapatnya saat diadakan orientasi siswa di sekolah sehingga siswa/ I sekolah tersebut dapat mengetahui makna dari kedua istilah tersebut dan semakin mengenal dan mencintai sekolah yang dia masuki.</p>
<p>Wawasan almamater dapat berarti wawasan kelembagaan ( satuan pendidikan ), karakter, citra, pengabdian, ciri khas, budaya, penyebab, kepedulian, dan kebanggaan. Jika ditinjau dari keadaan sekarang, wawasan almamater lebih ke pengertian sebagai ciri khas sebuah sekolah. Misalnya, baik itu di sekolah maupun di universitas, para pelajar dan mahasiswa membuat ciri khas sekolahnya masing – masing  berbentuk jaket atau baju. Misalnya, Universitas Negeri Jakarta mempunyai jaket almamater yang berwarna hijau tua. Jaket ini menjadi sebuah ciri  khas dari kampus ini dan harus dimiliki setiap mahasiswa yang mendaftar di kampus ini.</p>
<p>Sedangkan  Wawasan Wiyatamandala adalah suatu pandangan / sikap menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan. Makna dari wawasan wiyatamandala adalah sekolah sebagai lingkungan pendidikan, contohnya OSIS, ekstrakulikuler, keamanan, dan lainnya, sekolah sebagai masyarakat belajar, sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan. Dengan adanya wawasan ini diharapkan dapat menimbulkan kepedulian dan rasa memiliki  para pelajar terhadap lingkungan sekolahnya. Wawasan ini memberikan informasi mengenai keadaan sekolah dan kegiatan di sekolah sehingga para pelajar dapat lebih mengenal sekolahnya.</p>
<p>Pengembangan Kesiswaan</p>
<p>Dalam program setiap sekolah pasti ada program dimana sekolah mengembangkan potensi peserta didiknya dan dilakukan di luar jam sekolah. Pembinaan ini biasanya disebut dengab ekstrakulikuler dan kokulikuler. Fungsi ekstrakulikuler ini dimaksudkan untuk mengembangkan diri siswa / I, meningkatkan rasa social peserta didik, rekreatif ( kegiatan menyenangkan ), dan persiapan karir. Prinsip – prinsip ekstrakulikuler adalah individual ( kegiatan tersebut dating dari diri sendiri, jadi siswa yang menentukan kegiatan apa yang dia ingin ikuti ), keterlibatan aktif, merupakan pilihan, menyenangkan, etos kerja, dan kemanfaatan sosial. Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah biasanya berbeda – beda di setiap sekolah terantung sekolah dan fasilitas yang disediakan. Ada pramuka, olahraga, seni musik, seni tari, paskibra dan lainnya. Spesifikasi jenis – jenis kegiatan ekstrakulikuler ini yaitu 1. krida ( bersifar formal ) misalnya pramuka dan paskibra  2. karya ilmiah  3. latihan / lomba keberbakatan  4. seminar, lokakarya</p>
<p>Siswa / I yang mengikuti ekstrakulikuler tersebut dapat mengembangkan krativitasnya dan dapat membentuk sebuah prestasi.</p>
<p>Organisasi Kesiswaan</p>
<p>Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur dan mengkoordinasi suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem tersebut saling berhubungan dan akan melakukan proses sehingga mendapat hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, sistem tersebut harus dijaga dan tidak boleh terganggu. Di dalam sebuah sekolah, kepala sekolah, guru, siswa dan pegawai serta fasilitas sekolah merupakan gabungan komponen organisasi yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan pendidikan. Komponen ini merupakan input dari sistem tersebut dan kegiatan mengajar pembelajaran adalah proses dan terbentuklah output yang diinginkan. Jika salah satu komponen terganggu maka sistem pun terganggu. Misalnya, salah satu guru tidak hadir maka kegiatan belajar mengajar tidak dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, organisasi sekolah ini  sangat dibutuhkan demi kelancaran dalam pencapaian tujuan.</p>
<p>Kepemimpinan Siswa</p>
<p>Kepemiminan Siswa di sebuah sekolah setiap tahunnya berubah. Untuk itu sekolah memberikan sebuah pelatihan kepemimpinan kepada siswa/I-nya. Kegiatan ini disebut dengan LDKS. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa / LDKS adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat SMP maupun SMA. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, keberanian, dan potensi siswa. LDKS diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. LDK Mental yaitu pelatihan mental siswa/ I dan yang menjadi pemberi materi dewan guru, Pembina OSIS, Kepala Sekolah serta Guru Psikologi dan Konseling dari sekolah yang bersangkutan, atau bisa juga dengan cara menyewa dari suatu Lembaga Psikologi Independen. LDK Fisik biasanya diberikan di sekolah dalam waktu 3-5 Hari penuh, sedangkan LDK Mental biasanya diberikan di luar kota dalam waktu 2-4 hari. LDK Fisik pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk PBB / Pelatihan Baris Berbaris dan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, diberikan peraturan – peraturan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.  Sedangkan LDK Mental materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk Penyuluhan Mental Kepemimpinan. Kegiatan yang biasa dilakukan dalam LDK Mental adalah : kegiatan outbound. Hal tersebut bertujun untuk menguji mental peserta. Mereka akan diberikan tantangan  melalui kegiatan outbound ataupun permainan yan diberikan.</p>
<p>Setelah mereka melewati tantangan dari segi fisik dan mental, mereka akan diberikan materi mengenai kepemimpinan yang sebenarnya untuk mereka terapkan di kemudian hari jika mereka terpilih menjadi pemimpin.</p>
<p>Program Layanan Pendidikan Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa</p>
<p>Selain sekolah umum seperti SD, SMP, dan SMA, pemerintah juga menyediakan sebuah sekolah yang khusus bagi anak yang memiliki kecerdasan istimewa dan bakat istimewa yang tidak dimiliki semua anak. Hal ini merupakan salah satu program dari sekolah tertentu jika memiliki anak yang mempunyai kelebihan khusus. Salah satu program layanan pendidikan anak cerdas istimewa berbakat istimewa adalah Akselerasi. Akselerasi adalah Program Pendidikan percepatan belajar yang diberikan kepada anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa.Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk menyelesaikan program studi lebih cepat.</p>
<p>Dalam pelaksanaan program ini banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi oleh sekolah. Karena ada anggapan bahwa program akselerasi ini berbasiskan pencarian dana yang lebih besar dan hanya cocok bagi orang yang memiliki uang. Anggapan ini berasal dari masyarakat yang belum mengetahui tujuan dari akselerasi tersebut.</p>
<p>Adapun Faktor penyebabnya adalah. Terkadang sekolah menawarkan pilihan kepada siswa atau orang tua untuk mengikuti program akselerasi atau tidak. Padahal program akselerasi bukanlah program pilihan karena program ini harus memenuhi standar yang telah baku dan bersifat menetap, yaitu IQ dan progam akselerasi diperlakukan istimewa oleh sekolah khususnya dalam hal fasilitas dan sarana belajar sehingga menimbulkan kecemburuan dari siswa atau guru lainnya. Siswa akselerasi dipungut biaya pendidikan yang lebih dari  siswa reguler maka sekolah menganggap bahwa penambahan fasilitas untuk kelas akselerasi menjadi sesuatu yang wajar. Solusi dari faktor hambatan tersebut adalah dengan membenahi pandangan atau paradigma dari sekolah dan masyarakat dalam memandang program akselerasi. Sekolah harus memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa program akselerasi bukanlah program untuk mencari keuntungan tetapi untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak cerdas istimewa dan bakat istimewa. Sekolah juga harus menjalankan dengan baik setiap program yang disusun agar setiap anak dapat terfasilitasi dengan baik dan jangan menganggap bahwa akselerasi adalah program terpenting.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=28&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2010/01/03/resume-perkuliahan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2009/12/15/resume-perkuliahan-2/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2009/12/15/resume-perkuliahan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 04:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen peserta didik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 3 Desember 2009 MOTIVASI BELAJAR Setiap orang berusaha untuk mempertahankan hidupnya masing – masing sehingga dia pasti memiliki motivasi untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan belajar, seseorang juga memiliki motivasi untuk memperlengkapi dirinya dengan ilmu pengetahuan. Apa sebenarnya motivasi itu ? Menurut  Wlodkowski, motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=25&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 3 Desember 2009</p>
<p><strong>MOTIVASI BELAJAR</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setiap orang berusaha untuk mempertahankan hidupnya masing – masing sehingga dia pasti memiliki motivasi untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan belajar, seseorang juga memiliki motivasi untuk memperlengkapi dirinya dengan ilmu pengetahuan. Apa sebenarnya motivasi itu ? Menurut  Wlodkowski, motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan ( persistence ) pada tingkah laku tersebut. Motivasi juga dapat diartikan sebagai suatu dorongan untuk mencapai suatu hal.</p>
<p>Motivasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalam individu tanpa adanya rangsangan dari luar, sedangkan motivasi eksternal adalah motivasi yang berasal dari luar, misalnya pemberian pujian, pemberikan hadiah, pemberian nilai, dan lainnya yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Dalam belajar, motivasi sangat diperlukan untuk mendorong peserta didik agar lebih aktif dalam mengembangkan dirinya. Motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan dan motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.</p>
<p>Motivasi yang ada pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu cita – cita / aspirasi pembelajar, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, kondisi lingkungan pembelajar dan usaha guru dalam membimbing pembelajar.  Motivasi dalam belajar kadang dapat naik tetapi kadang turun walaupun banyak yang mempengaruhi munculnya motivasi. Untuk itu, harus ada semacam upaya – upaya yang dilakukan agar peserta didik tetap termotivasi untuk belajar. Misalnya dengan membiarkan peserta didik menangkap pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan pengalamannya, mengaitkan pengalaman belajar saat ini dengan pengalaman masa lalu dan kemampuan peserta didik, melakukan penggalikan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki peserta didik dan memberi kesempatan peserta didik untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.  Pengoptimalisasian kemampuan dan pengalaman dapat digunakan untuk memotivasi peserta didik dalam belajar sehingga perkembangan peserta didik dalam pembelajaran terus meningkat.</p>
<p>QUANTUM LEARNIING</p>
<p>Quantum Learning ini adalah salah satu pendekatan pembelajaran. Menurut Bob Foster, Quantum learning adalah kiat, strategi proses belajar mengajar yang dapat mempertajam pemahaman. Dalam pelaksanaan Quantum Learning,ada beberapa prinsip yang harus dipahami oleh guru, yaitu</p>
<ul>
<li>Segalanya berbicara, yaitu lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran ikut menyampaikan pesan tentang belajar.</li>
<li>Segalanya bertujuan, siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang guru ajarkan</li>
<li>Pengalaman sebelum pemberian nama, maksudnya sebelum siswa mengetahui apa yang mereka pelajari sebelumnya siswa mengalami informasi yang akan dipelajari.</li>
<li>Akui setiap usaha, guru harus menghargai setiap usaha siswa sekecil apapun itu.</li>
<li>Jika layak dipelajari maka layak juga untuk dirayakan, misalnya dengan memberikan tepuk tangan.</li>
</ul>
<p>Quantum Learning akan membantu peserta didik dalam menumbuhkan minat untuk terus</p>
<p>belajar. Minat ini akan muncul jika guru dapat melakukan profesinya dengan baik dan mengetahui minat setiap siswa. Hal ini dapat terlihat dari setiap kecerdasan yang dimiliki peserta didiknya. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda – beda. Ada yang terlahir dengan kecerdasan linguistik, kecerdasan naturalis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan logika, kecerdasan bermusik, kecerdasan berolahraga,dan kecerdasan spasial. Dalam Quantum Learning, kecerdasan ini diproses dalam otak. Otak ini akan tumbuh jika adanya stimulus. Baik otak kiri maupun otak kanan memiliki respon yang berbeda – beda. Otak kiri lebih logis, linear, rasional, dan  menjadi konvergen, sedangkan otak kanan lebih acak, tidak teratur, mengacuj pada fakta tetapi tetap berimajinasi, dan menjadi divergen. Hal ini membuat peserta didik dalam pembelajarannya ada yang belajar aktif dan ada yang belajar pasif.</p>
<p>Dalam pelaksanaan Quantum Learning, guru harus dapat mengkondisikan proses  belajar mengajar sehingga anak didik tahu akan manfaatnya belajar. Menata lingkungan belajar juga dapat memacu minat peserta didik dalam belajar. Misalnya, dengan menata perabotan sesuai tempatnya, pencahayaan di dalam kelas harus sesuai, musik yang dapat memacu semangat belajar, menata alat audiovisual, temperatur ruangan, dan menata tanaman agar mata lebih fresh. Hal ini dapat dilakukan agar diperoleh kenyamanan dan suasana hati yang baik. Jika lingkungan belajar telah tertata dengan baik, guru juga  menerapkan strategi pembelajran yang dapat memicu minat peserta didik, yaitu dengan menerapkan strategi PAKEM ( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektikf dan Menyenangkan ). Dengan begitu, peserta didik akan menemukan gaya belajarnya. Gaya belajar itu adalah gabungan dari cara menyerap informasi, cara mengatur informasi, dan cara mengolah informasi.</p>
<p>Jumat, 4 Desember 2009</p>
<p><strong>PEMBINAAN DISIPLIN SISWA</strong></p>
<p>Jika dilihat dari pengertiannya, disiplin siswa adalah kepatuhan dan ketaatan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Kedisiplinan dapat membentuk karakter siswa. Sekolah berusaha menerapkan kedisiplinan untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang. Setiap sekolah memiliki peraturan yang berbeda – beda sesuai kebijakan masing – masing sekolah. Pada umumnya, sekolah mengatur cara berpakaian, ketepatan waktu, perilaku sosial, dan etika siswa. Siswa harus berusaha mengikuti peraturan tersebut.</p>
<p>Sekolah menuntut kedisiplinan bertujuan untuk memberikan dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang; mendorong siswa melakukan yang baik dan benar ; membantu memahami dan beradaptasi dengan lingkungan ; dan siswa belajar hidup dengan kebiasaan baik dan bermanfaat. Siswa yang tadinya terbiasa dengan kebebasan dalam hal berpakaian, bersikap, dan bertingkah laku menjadi mulai membentuk karakter yang rapi, soapn, dan berakhlak mulia. Untuk itu, sekolah harus tetap berusaha meneerapkan kedisplinan bagi siswa / I – nya.</p>
<p>Dalam penerapannya, disiplin dapat dibagi dua, yaitu preventif dan korektif. Preventif adalah upaya menggerakkan siswa mengikuti peraturan yang berlaku, sedangkan korektif adalah memperbaiki atas pelanggaran yang telah diperbuat. Kedua hal ini sama – sama menuntut perilaku siswa untuk disiplin.  Di sekolah siswa seringkali melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya, tidak tepat waktu saat masuk kelas. Hal ini sering ditemukan di setiap sekolah. Perilaku ketidakdisiplinan pasti ada penyebabnya, misalnya : dari gurunya sendiri. Guru tidak dapat menjadi teladan yang baik bagi siswanya. Guru  tidak disiplin waktu sehingga siswa / I – nya mengikuti perilaku guru tersebut. Ada juga disebabkan karena kondisi sekolah yang kurang menyenangkan, kurang teratur, dan kurang memperhatikan peserta didiknya. Ada juga, siswa sengaja untuk  tidak disiplin. Hal ini dapat terjadi karena dia ingin mendapat perhatian. Selain ketiga hal tersebut, kurikulum yang kaku, tidak fleksibel, dan terlalu dipaksakan juga dapat memancing munculnya ketidakdisiplinan peserta didik. Untuk itu, baik guru, siswa, dan seluruh penghuni sekolah harus berusaha menerapkan kedisiplinan.</p>
<p>Untuk menerapkan  kedisplinan di sekolah, upaya yang dilakukan oleh guru, yaitu dengan membantu siswa mengembangkan perilaku, membantu siswa untuk meningkatkan standar perilaku, dan menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat, baik khusus maupun umum. Reisman dan Payne mengatakan bahwa strategi umum merancang kedisplinan ini adalah merancang konsep diri siswa, sebagai ketrampilan berkomunikasi, konsekuensi logis dan alami, klarifikasi nilai misalnya nilai kejujuran siswa, analisis transaksional misalnya dalam proses kesepakatan, terapi realitas, disiplin yang terintegrasi ( terus menerus ), dan tantangan bagi disiplin.</p>
<p>Jenis peraturan yang diterapkan untuk mencapai kedisplinan ada 3 jenis, yaitu pertama, peraturan otoritarian, yaitu peraturan yang dibuat sangat ketat dan rinci, siswa  harus patuh dan taat, dan siswa menerima sanksi /  hukuman berat  agar patuh. Kedua, peraturan permisif yaitu siswa dibiarkan bertindak sesuai keinginannya, dibebaskan untuk mengambil keputusan, dan adanya kejadian yang melanggar norma. Ketiga, peraturan demokratis, yaitu peraturan yang di dalamnya adanya penjelasan diskusi dan penalaran membantu anak memahami mengapa dikharapkan mematuhi dan menaati peraturan, menekankan pada aspek eduakatif ( mendidik ) dan aspek hukuman, sanksi dan hukuman dapat diberikan kepada yang menolak / melanggar tata tertib, hukuman yang diberikan merupakan upaya untuk menyadarkan siswa dan kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang.</p>
<p>Kedisipinan harus dikembangkan karena memberi manfaat positif bagi yang mematuhinya. Dalam proses pendidikan dan pembelajaran, pentingnya kedisiplinan ditekankan karena dapat membentuk rasa hormat terhadap otoritas dan orang lain, upaya untuk menanamkan kerjasama, kebutuhan untuk berorganisasi, keinginan untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan, dan memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin. Jika dilihat dalam beberapa hal ini, bukan hanya pendidikan saja yang membutuhkan kedisiplinan tetapi setiap menjalani kehidupan ini pun kedisiplinan sangat dibutuhkan agar terbentuk manusia yang disiplin dan teratur.</p>
<p>Kamis, 10 Desember 2009</p>
<p><strong>KREATIVITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda – beda. Kemampuan itu akan memunculkan sebuah kreativitas yang dapat mengembangkan kemampuan individu itu sendiri. Menurut para ahli, kreativitas itu adalah proses menghasilkan sesuatu yang baru, baik gagasan objek dalam suatu bentuk / susunan baru. Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan kreasi, kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru dengan memandang subjek dari perspektif yang baru, dan membentuk kombinasi yang baru dari dua atau lebih. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Setiap individu dapat mengembangkan kreativitasnya jika dia memiliki kemauan dan motivasi untuk mencapai apa yang dia inginkan. Pola dasar berpikir kreatif yaitu adanya imajinasi. Data, evaluasi, dan aksi. Keempat hal ini berhubungan untuk membentuk suatu kreativitas.</p>
<p>Ada beberapa ciri – ciri individu yang dapat dikatakan kreatif, yaitu bebas dalam berpikir, penuh dengan imajinasi,  bersifat selalu ingin  tahu, suka pengalaman baru, penuh inisiatif, bebas dalam berpendapat, punya minat yang luas, percaya diri, tidak mudah menerima, berani ambil resiko, senang tugas majemuk, ulet, dan tidak pembosan. Individu yang kreatif itu selalu senang dengan dunianya sendiri. Dia menikmati apa yang dia lakukan. Misalnya, ada anak yang suka bermain bola. Maka dia akan melakukan segala sesuatu demi mengembangkan hobbynya tersebut.</p>
<p>Terkadang seseorang menganggap bahwa hanya ada 1 hal yang tepat,yaitu apa yang dia pikirkan. Padahal jika berpikir seperti itu dia sudah menghambat perkembangan kreativitasnya. Dia tidak bisa menerima apa pandangan yang lain. Kurangnya wawasan juga menyebabkan rendahnya kreativitas. Hal tersebut dapat terjadi karena individu itu takut mengubah kebiasaan, takut berbuat salah dan takut ditertawakan, serta tidak memiliki rasa humor. Biasanya individu yang memiliki rasa humor yang tinggi cenderung memiliki kreativitas yang tinggi juga. Setiap individu dapat menjadi kreatif jika dia tahu kuncinya.Maksudnya adalah dia tahu mana yang akan dilakukan dan apa gagasan- gagasan yang harus dikembangkan dalam membentuk suatu kreativitas.</p>
<p>Ada 10 cara menjadi kreatif, yaitu yakin bahwa anda bisa kreatif, ekspresikan kreativitas iktu dalam pekerjaan dan kehidupan ( misalnya jadikanlah pekerjaan yang sedang diemban sebagai hobby bukan sebagai beban ), munculkan jiwa kekanak – kanakan agar  lebih optimis, hilangkan pikiran logis, lakukan sesuatu yang tidak biasa, tambah wawasan,  baca buku, miliki kegiatan rutin jika pikiran sedang buntu, tuliskan segera ide yang muncul, dan percayah bahwa anda dapat melakukannya.</p>
<p><strong>Kecerdasan Emosional</strong></p>
<p>Emosi menggambarkan perilaku, respon psikologi setiap individu. Emosi muncul sebagai tanggapan individu atas suatu kejadian. Orang awam seringkali beranggapan bahwa emosi itu adalah sesuatu yang negatif  dan suatu hal  yang dapat menghambat kehidupan. Padahal emosi bukanlah seperti itu.  Kecerdasan emosional atau disingkat dengan EQ lebih besar mempengaruhi kecerdasan individu daripada kecerdasan intelektual ( IQ ).  EQ merupakan kemampuan /  ketrampilan dalam mengendalikan memiliki  semangat dan ketekunan tinggi serta mampu memotivasi dirinya sendiri.</p>
<p>EQ memiliki dimensi, yaitu kecakapan pribadi dan kecakapan sosial. Kecakapan pribadi yaitu mengelola diri sendiri yang mencakup kesadaran diri, pengaturan, dan motivasi diri, sedangkan kecakapan sosial adalah dalam melakukan hubungan dengan orang lain yang mencakup empati ( kesadaran terhadap perasaan dan kepentingan orang lain ).  EQ juga dipengaruhi oleh kesadaran diri, yaitu mengetahui kondisi diri sendiri, kesukaan, intuisi, kesadaran emosi, penilaian diri sendiri, dan kepercayaan diri. Selain itu, EQ juga dipengaruhi oleh pengaturan diri, motivasi diri, empati, dan ketrampilan sosial ( menggugah orang, sugesti ). Jika individu sudah mengetahui EQ-nya maka dia akan lebih mengenali dirinya sendiri sehingga dalam berinteraksi dengan orang lain akan lebih baik.</p>
<p>TERIMAKASIH</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=25&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2009/12/15/resume-perkuliahan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan lagi..</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2009/11/22/resume-perkuliahan-lagi/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2009/11/22/resume-perkuliahan-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kamis, 5 November 2009 &#160; SELEKSI, PENEMPATAN, DAN ORIENTASI Dalam membuat sebuah lembaga, institusi, maupun sekolah haruslah direncanakan secara baik agar tujuan dapat tercapai. Setelah perencanaan disusun, langkah berikut yang harus dipikirkan adalah seleksi, penempatan, dan orientasi yang akan dilakukan. Dalam pengertiannya, seleksi adalah serangkaian  langkah yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar dapat diterima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=23&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Kamis, 5 November 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SELEKSI, PENEMPATAN, DAN ORIENTASI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam membuat sebuah lembaga, institusi, maupun sekolah haruslah direncanakan secara baik agar tujuan dapat tercapai. Setelah perencanaan disusun, langkah berikut yang harus dipikirkan adalah seleksi, penempatan, dan orientasi yang akan dilakukan. Dalam pengertiannya, seleksi adalah serangkaian  langkah yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar dapat diterima atau tidak berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh pelamar. Pertimbangan ini dilakukan dengan menyatukan kebutuhan kedua pihak  Untuk melakukan seleksi, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelumnya, yaitu menetapkan tujuan yang jelas untuk apa lembaga / institusi itu dibangun. Selain tujuan, perencana juga harus mempertimbangkan jenis lembaga / institusi yang akan dibuat, konsep, dan lainnya.</p>
<p>Demikian juga dengan perencanaan yang sebelumnya dibahas, seleksi juga menghadapi tantangan – tantangan yang dapat mempengaruhi jalannya seleksi, yaitu : supply, ethis, dan organisasi. Pertama, Supply yang dimaksud adalah jumlah siswa yang hendak dicapai. Terkadang dalam supply, penyelenggara seleksi tidak memperhatikan ketersediaan calon peserta didik. Mereka selalu menyamakan supply tiap  tahunnya tanpa melihat penambahan atau pengurangan peserta didik dalam proses seleksi. Hal ini memicu munculnya pengaruh positif dan negatif. Positifnya, ketersediaan calon peserta didik yang banyak akan membuat pemilihan peserta didik yang berkompeten semakin baik tetapi dampak negatifnya, bagi bagian administasi akan kewalahan dengan bertambahnya pekerjaan jika banyak yang melamar dan hal itu membutuhkan waktu yang lama, sumber daya, serta biaya juga semakin bertambah. Inilah yang menjadi salah satu tantangan dalam proses seleksi. Kedua Ethis yaitu kesetaraan gender dalam  hal penerimaan siswa, apakah hanya laki – laki atau perempuan. Jika ada lembaga yang berlandaskan boarding school, mengetahui ethis ini sangaat penting yaitu dalam penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan laki – laki maupun perempuan. Dalam mempertimbangkan ethis, tantangan yang harus dihadapi juga adalah adanya family sistem alias KKN. Dalam proses seleksi hal ini merupakan tantangan yang besar, Ada peserta didik yang diterima dalam sekolah bukan karena mengikuti ujuan tes tetapi karena memiliki  hubungan kekerabatan dengan pihak  sekolah dan penyelenggara, sogokan, dan adanya unsure pemaksaan. Tantangan berikutnya adalah transparansi ( keterbukaan ) maksudnya semakin baik sutu sekolah semakin besar usaha untuk  menjaga nama baik sekolah itu.Berikutnya adalah formalitas maksudnya agar pihak luar menganggap bahwa proses seleksi dijalankan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Ketiga, Organisasi yaitu jika dilihat dari segi visi dan misi sekolah, keterbatasan sarana dan prasarana,pembiayaan proses seleksi, alokasi waktu yang terlalu lama, materi layanan, dan sumber daya manusianya.</p>
<p>Dalam proses seleksi harus diketahui juga langkah – langkah yang dapat dilakukan oleh penyelengara sekolah, yaitu :</p>
<ol>
<li> Seleksi administratif, yaitu apakah calon peserta didik sudah sesuai secara administratif dimulai dari formulir , bukti pembayaran kelengkapan dokumen pendukung , dan persyaratan yang lainnya sesuai kebijakan sekolah tersebut.</li>
<li>Prosedur tes – tes dalam seleksi, yaitu tes yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi calon peserta didik yang  melamar.  Alat tes dalam proses seleksi tersebut harus memenuhi standar valid dan reliable. Tes tersebut dapat berupa tes akademik, psikologi, kesehatan, dan penampilan.</li>
<li>Wawancara, yaitu percakapan formal yang mendalam dilakukan untuk mengevaluasi hal – hal yang dapat diterima oleh calon peserta didik. Tipe wawancara ada dua . yaitu individual dan kelompok. Pewawancara harus ramah, aktif, perhatian terhadap oranglain, teriminasi, dan member kode jika waktu untuk menjawab sudah habis. Jenis pertanyaan yang diberikan ada yang terstruktur, tidak terstruktur, campuran, problem solving, dan stress interview. Wawancara pun harus dievaluasi.</li>
<li>Pemeriksaan referensi , yaitu pemeriksaan berkas atau dokumen penting dan pendukung dari calon peserta didik. Misalnya referensi personal dapat membantu penyelenggara sekolah untuk mengenal calon peserta didik  lebih dekat lagi karena menyangkut karakter yaitu yang memuat kemampuan akademik financial, proses pendidikan, dan prestasi. Referensi  ini juga harus disertai dengan foto copy dokumennya.</li>
<li>Evalusi medis, yaitu memeriksa kesehatan calon peserta didik. Pelaksana kegiatan seleksi ini harus yang professional  dan sesuai bidangnya. Tujuannya untuk mengurangi alokasi anggaran untuk kesehatan  dan asuransi serta calon peserta didik dapat mengikuti pendidikan tanpa halangan kesehatan.</li>
<li>Keputusan penerimaan, yaitu pengumuman hasil seleksi. Media yang dapat digunakan untuk melakukan hal ini dapat beruba papan pengmuman, koran, internet dan lainnya.</li>
</ol>
<p>Setelah  proses seleksi selesai dilakukan, maka langkah berikutnya adalah penempatan. Penempatan adalah kegiatan untuk menempatkan calon peserta didik yang telah lulus seleksi pada kelas yang  sesuai dengna kemampuan dan kondisi lain dari peserta didik.  Penempatan ini dilakukan dengan melihat kembali hasil seleksi, homogenitas peserta didik, jadwal belajar, dan gender. Jika hal – hal di atas  sudah dipertimbangkan dengan baik dan bijaksana maka penempatan dapat dilakukan.</p>
<p>Setelah penempatan telah dilaksanakan langkah berikutnya adalah memberikan orientasi. Orientasi adalah proses perkenalan siswa baru yang terkait dengan hak dan kewajibannya dengan organisasi dan siswanya. Kegiatan dalam orientsi dapat berupa mengenai masalah – masalah organisasi, pengenalan lingkungan sekolah, hak dan kewajiban, fasilitas, mekanisme, prosedur, ketentuan tentang pembelajaran dan bimbingan,dalam ujian. Orientasi ini dapat dilakukan dalam bentuk formal, misalnya acara – acara khusus yang dilakukan oleh organisasi sekolah dan informal, misalnya  hanya dengan mengajak peserta didik yang baru berkeliling sekolah  melihat sarana dan prasarana yang disediakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamis, 12 November 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MANAJEMEN KELAS</strong></p>
<p>Dalam  sebuah sekolah diperlukan yang namanya manajemen kelas agar mendukung kenyamanan dalam belajar dan mengajar. Manajemen kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Manajemen kelas lebih berfokus pada suasana kelas. Berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar yaitu dengan penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma bagi kelompok yang produktif, dan pengaturan peserta didik dan fasilitas yang ada.</p>
<p>Dalam manajemen kelas juga ditemukan masalah – masalah yang mengganggu tercapainya kondisi kelas yang kondusif, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bersifat individual</li>
</ol>
<p>-         Attention getting behaviors, yaitu perilaku mencari perhatian Perhatian disini lebih mengarah ke hal negatif. Misalnya, siswa yang suka mengganggu temannya di saat PBM.</p>
<p>-         Power seeking behaviors, yaitu perilaku menunjukkan kekuatan. Contoh : siswa suka mengintervensi orang lain dan suka melakukan tawar – menawar tugas kepada gurunya.</p>
<p>-         Revenge seeking behaviors, yaitu perilaku menunjukkan balas dendam. Contoh : siswa mendapati kesalahan dan kelemahan gurunya maka dia pun balas dendam kepada gurunya.</p>
<p>-         Helplessness, yaitu peragaan ketidakmampuan. Misal : siswa suka sekali mengatakan tidak bisa kepada gurunya sebelum dia mencoba.</p>
<ol>
<li>Bersifat kelompok</li>
</ol>
<p>-         Kelas kurang kolektif  ( keterpaduan ) karena dasar jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi,dan sebagainya. Misal : dalam kelas, siswa lebih senang bergaul dengan orang – orang yang satu suku saja daripada berbaur dengan suku yang lain.</p>
<p>-         Penyimpangan dari  norma – norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.</p>
<p>-         Kelas mereaksi secara negative terhadap salah seorang anggotanya.</p>
<p>-         Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.</p>
<p>-         Semangat kerja rendah / adanya semacam aksi protes kepada guru  karena menganggap  tugas yang diberikan terlalu berat.</p>
<p>-         Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.</p>
<p>Masalah -  masalah tersebut dapat diatasi jika guru dapat memberikan perhatian sepenuhnya kepada siswa/i-nya. Guru juga harus berperan aktif dalam membuat pembelajaran di kelas agar tetap aktif, kreatif, dan menyenangkan.</p>
<p>Ada beberapa pendekatan yang dilakukan guru dalam manajemen kelas,  yaitu ; pendekatan otoriter ( siswa perlu diawasi dan diatur terus menerus, Biasanya dipakai dalam sekolah pemerintahan ),  pendekatan intimidasi ( mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi ), pendekatan  permisif ( memberikan kebebasan kepada siswa dengna apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa ), pendekatan resep makanan ( mengikuti dengan tertib dan tepat hal – hal yang sudah ditetapkan mengenai apa yang boelh dan apa yang tidak  dapat  dilakukan ), pendekatan pengajaran ( guru menyusun RPP dengan tepat agar waktu terpakai dengan baik dan menghindari permasalahan perilaku siswa yang tak diharapkan ) , pendekatan modifikasi perilaku ( mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa ), pendekatan iklim sosial &#8211; emosional ( menjalin hubungan yang positif antara guru, siswa ), dan pendekatan sistem proses kelompok / dinamika kelompok ( meningkatkan dan memelihara kelompok kelas  yang efektif dan efisien).</p>
<p>Dalam manajemen kelas guna menciptakan suasana kondusif saat pembelajaran, guru dapat memilih dan menggunakan beberapa model setting kelas yaitu :U-Shape, O –Shape, V – Shape, theater, dan acak. Guru hanya menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan kelas.</p>
<p><strong>MOVING CLASS</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Moving class merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan cara berpindah &#8211; pindah kelas sesuai dengan mata pelajaran yang akan diikuti. Contoh sekolah yang menggunakan moving  class adalah Sekolah Bertaraf Internasional ( SBI ) maupun sekolah mandiri. Ciri &#8211; ciri  moving class, yaitu :</p>
<p>-         siswa yang mendatangi guru / pendamping di kelas dalam sistem. belajar mengajar. Hal ini menunjukkan belajar merupakan kebutuhan siswa.</p>
<p>-         Rombongan belajar yang akan belajar suatu mata pelajaran harus mendatangi ruang belajar atau laboratorium mata pelajaran tersebut.</p>
<p>-         Guru mata pelajaran tetap berada di ruang / laboratorium mata pelajaran.</p>
<p>-         Kondisi setiap ruang / lab akan disesuaikan dengan mata pelajaran. Jadi, siswa berada dalam suasana baru setiap akan belajar mata pelajaran tertentu.</p>
<p>Moving class ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa yang beraneka ragam gaya belajar baik visual ( berkonsentrasi pada penglihatan ), auditori ( fokus ke pendengaran ), kinestetik ( focus dengan menggunakan gerakan tubuh ) untuk mengembangkan kemampuan dirinya masing -  masing, juga bertujuan untuk menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran ; melatih kemandirian,  kerjasama, dan kepedulian sosial siswa ( karena dalam moving class kemungkinan akan bertemu dengan siswa lain bahkan dari jenjang yang berbeda saat perpindahan kelas ) ; merangsang aspek perkembangan dan kecerdasan siswa ; meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ; meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pembelajaran karena guru mata pelajaran tetap berada di dalam kelas mata pelajaran ; dan meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran.</p>
<p>Dalam pelaksanaan moving class banyak hambatan yang membuat moving class ini tidak efektif dan efisien. Diantaranya, siswa /I yang hendak berpindah kelas tidak menggunakan waktu sebaik mungkin. Ada yang ingin ke toilet, kantin, dan santai sejenak. Selain itu, siswa /I berebut masuk ke dalam kelas tersebut, kebersihan kelas tidak terjaga, dan keadaan kursi dan meja terlihat berantakan. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh Pak Amril di salah satu sekolah di Bandung dikatakan bahwa dampak negatif dari  moving class ini adalah terjadinya kecelakaan – kecelakaan saat berpindah kelas. Siswa/I yang berpindah kelas sering berlari dan kadang sampai menabrak siswa / I yang lain. Akibatnya, siswa yang ditabrak menjadi jatuh dan terluka. Jadi, sekolah yang melaksanakan moving class harus lebih memperhatikan siswa/I nya agar kejadian seperti di atas tidak terjadi. SELAMAT MENCOBA..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamis, 19 November 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELAJAR</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belajar..! Kata ini sering disebutkan oleh setiap  orang. Sebenarnya buat apakah kita belajar? Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa kita belajar. Belajar membuat kehidupan manusia  lebih baik dan bermanfaat, seluruh kehidupan manusia adalah belajar, baik itu saat makan, bermain, dan berbicara, dan setiap agama mewajibkan umatnya untuk belajar. Yang harus diperhatikan setiap manusia adalah jika sudah belajar kelakuan, tingkah laku,dan pengetahuan harus berubah menjadi lebih baik. Jangan jadi berubah menjadi lebih buruk. Pengetahuan yang didapat harus digunakan untuk berbuat baik.  Pendidikan yang didapat setiap manusia diperoleh karena disesuaikan dengan konteks. Contoh : seseorang berada di lingkungan  yang berbudaya jawa. Maka secara perlahan dia akan mengerti mengenai suku jawa tersebut.</p>
<p>Dalam proses pembelajaran, dibutuhkan yang namanya interaksi baik itu proses interaksi antar peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, kegiatan professional untuk memberikan kemungkinan atau kemudahan orang lain  untuk belajar  dengan sengaja, terarah, dan terkendali, dan intervensi ( upaya untuk melakukan sesuatu ) dengan tujuan membuat terjadinya belajar. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah peserta didik mengerti dengan apa yang diajarkan atau tidak karena yang terpenting dalam pembelajaran adalah bukan cara  / proses belajarnya tetapi  peserta didik mengerti dengan apa yang diajarkan. Pendekatan pembelajaran dapat digunakan dengan mempertimbangkan ketiga hal ini, yaitu ; perubahan paradigma ( pengajaran pembelajaran teacher centered menjadi student centered ), perubahan landasan behavioristik menjadi konstruktivistik ) dan pendekatan ilmiah ( dengan menggunakan teori – teori pembelajaran).</p>
<p>Dalam  melakukan pengajaran,pendidik juga harus bisa membuat proses pembelajaran yang diinginkan oleh peserta didik. Proses pembelajaran harus disusun secara sistematik, pendidik harus menciptakan interaksi yang optimal, pendidik juga  harus menciptakan suasana yang menyenangkan, menantang, mendorong semangat, memungkinkan berkembangnya prakarsa, memberikan keteladanan, dan membangub kemandirian. Jika proses belajar dapat terjadi seperti yang disebutkan di atas peserta didik akan tertarik untuk mengikuti pembelajaran.</p>
<p>Ada juga jenis pembelajaran yang dinamakan dengan pembelajaran Tematik. Pembelajaran Tematik yang dimaksud yaitu pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema tertentu. Tema ditinjau dari beberapa mata pelajaran. Misalnya dengan menggunakan tema air.  Air dalam pelajaran biologi tentu berbeda dengan air dalam pelajaran geografi. Pembelajaran jenis ini juga menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan dinamika ( tugas yang diberikan ) dalam pembelajaran, menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum, menyediakan pembelajaran yang integrative, dan membantu siswa dalam membangun hubungan antara konsep dan ide ( pemahaman peserta didik ).</p>
<p>Ada juga jenis pembelajaran kreatif. Pembelajaran ini merupakan sistem pembelajaran yang  mengorganisasikan isi ajaran dan kegiatan belajar sehingga terjadi belajar aktif,  Belajar aktif  meliputi bagaimana peserta  didik belajar menemukan ( discovery learning ), belajar berbasis masalah ( problem based learning ),  belajar kontekstual ( contextual learning ), belajar mandiri ( independent learning ), belajar kooperatif ( cooperative learning ), dan belajar pemetaan konsep ( concept mapping learning ) Jadi, guru harus mampu menggunakan jenis pembelajaran yang direncanakan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai agar proses belajar mengajar terjadi dengan efektif dan efisien. Guru juga harus mengingat bahwa yang terpenting adalah peserta didik mengerti dengan apa yang diajarkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terimakasih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=23&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2009/11/22/resume-perkuliahan-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>resume perkuliahan&#8230;&#8230;.!!!!!!</title>
		<link>http://risa3.wordpress.com/2009/10/30/resume-perkuliahan/</link>
		<comments>http://risa3.wordpress.com/2009/10/30/resume-perkuliahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 08:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>magdalena r n c n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risa3.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 22 Oktober 2009 FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN Teknis / Ekonomis Maksudnya, dengan mendapat pendidikan yang semakin tinggi maka akan membantu perbaikan ekonomi individu, keluarga, dan masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan dapat menaikkan ekonomi individu. Contoh : jika dilihat dari gaji yang diperoleh, seorang lulusan SMA  dengan lulusan sarjana memiliki gaji yang berbeda . &#160; Sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=20&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 22 Oktober 2009</p>
<p><strong>FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN</strong></p>
<ol>
<li>Teknis / Ekonomis</li>
</ol>
<p>Maksudnya, dengan mendapat pendidikan yang semakin tinggi maka akan membantu perbaikan ekonomi individu, keluarga, dan masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan dapat menaikkan ekonomi individu.</p>
<p>Contoh : jika dilihat dari gaji yang diperoleh, seorang lulusan SMA  dengan lulusan sarjana memiliki gaji yang berbeda .</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Sosial / Manusiawi</li>
</ol>
<p>Maksudnya, kontribusi pada tatanan sosial, hubungan antar manusia, dan berkontribusi pada peradaban.</p>
<p>Contoh : kedisiplinan yang diterapkan merupakan kontribusi yang harus dilaksanakan dan harus bisa bersosialisasi dengan lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Politik</li>
</ol>
<p>Maksudnya, pendidikan harus mampu menjelaskan kepada peserta didik mengenai hak dan kewajiban masing – masing individu sebagai warga negara dan untuk kepentingan negara. Dengan kepemimpinan yang baik maka setiap warga negara dapat berpartisipasi dengan baik karena Indonesia adalah negara demokrasi. Kewenangan pemerintah juga harus baik karena akan berimplikasi terhadap tanggung jawab yang harus dilaksanakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Kultural</li>
</ol>
<p>Maksudnya, menjaga nilai baik yang ada di masyarakat dan mengembangkan nilai – nilai yang lebih baik untuk membentuk sebuah peradaban. Peradaban menjurus pada tingkat kemajuan budaya suatu bangsa dalam jangka waktu tertentu. Budaya yang dimaksud berfungsi untuk memelihara / mempertahankan ( statis ) dan pengembangan inovasi ( dinamis ). Budaya lama yang baik akan menimbulkan efisiensi, yang kurang baik akan diperbaiki. Itulah gunanya lembaga pendidikan untuk memperbaiki yang tidak baik menuju yang lebih baik.</p>
<p>Contoh : budaya yang tercipta dalam menggunakan facebook saat proses pembelajaran. Budaya ini harus diperbaiki.</p>
<ol>
<li>Pendidikan</li>
</ol>
<p>Maksudnya, dalam pendidikan lembaga pendidikan berfungsi untuk :</p>
<p>-         Transformasi =  harus ada proses transformasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta budaya. Transformasi adalah apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan harus diekspresikan dan harus dipertahankan.</p>
<p>-         Mengembangkan iptek = iptek yang telah diciptakan berguna untuk membantu bukan untuk menciptakan pemborosan</p>
<p>-         Layanan masyarakat = lembaga pendidikan harus bisa memberikan layanan masyarakat yang baik.</p>
<p>Contoh : kantor masing – masing jurusan harus memberikan layanan yang baik kepada mahasiswa / I nya atau kepada masyarakat lainnya. Disanalah pendidikan harus diterapakan.</p>
<ol>
<li>Spiritual</li>
</ol>
<p>Maksudnya, memahami hakikat kemanusiaan dan kesempurnaan sang pencipta. Dalam hal ini, lembaga pendidikan mampu menjelaskan kepada peserta didik bahwa memiliki jiwa kemanusiaan itu penting sesuai dengan agama yang dianut masing – masing individu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>REKRUITMENT PESERTA DIDIK</p>
<ul>
<li>Pengertian</li>
</ul>
<p>Rekruitment adalah proses pencarian dan “pemikatan” calon peserta didik yang mampu untuk mendaftar sebagai calon peserta didik di suatu lembaga pendidikan tertentu.</p>
<p>Rekruitment ini dilakukan dengan mencari calon sampai dengan penyerahan formulir / aplikasi pendaftaran. Pelaksanaan pendaftaran ini dapat dilakukan sendiri di sekolah, kolektif, atau lembaga rekruitment ( recruiters ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Hal – hal yang perlu dilakukan dalam merekrut peserta didik, yaitu :</li>
</ul>
<p>a)      Penentuan tujuan lembaga pendidikan</p>
<p>b)      Penentuan kriteria peserta didik yang akan diterima</p>
<p>c)      Membuat estimasi jumlah rombongan belajar secara keseluruhan</p>
<p>d)      Penentuan jumlah peserta didik saat ini</p>
<p>e)      Penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima dengan memperhatikan kriteria, gender, prestasi dan lain – lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Sumber  - sumber Rekruitment</li>
</ul>
<p>a)      Walk instrument, yaitu dari memberikan informasi melalui pengumuman secara langsung.</p>
<p>b)      Internet, yaitu dengan menggunakan fungsi internet. Misal : via website</p>
<p>c)      Advertising, dibagi dua bagian, yaitu want ad ( menguraikan informasi secara lengkap termasuk biaya yang harus dikeluarkan peserta didik ) dan blind ad ( memberikan informasi secara terbatas ). Misal : pengumuman yagn ditampilkan pada majalah maupun Koran.</p>
<p>d)      Lembaga pendidikan yang setingkat di bawah</p>
<p>e)      Organisasi / komunitas</p>
<p>f)        Open house</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Evaluasi Rekruitment</li>
</ul>
<p>Evaluasi juga sangat diperlukan dalam rekruitment, yaitu berfungsi untuk mengetahui efektivitas kegiatan rekruitment. Kegiatan rekruitment yang dievaluasi terdiri dari :</p>
<p>-         Jumlah pendaftar</p>
<p>-         Jumlah yang diusulkan untuk diterima</p>
<p>-         Jumlah yang diterima</p>
<p>-         Pemanfaatan saluran  rekruitment</p>
<p>-         Pelaksana rekruitment</p>
<p>-         Biaya – biaya</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Aplikasi Formulir Pendaftaran</li>
</ul>
<p>Aplikasi tersebut berisikan hal – hal yang penting diisi oleh calon peserta didik untuk diketahui oleh penyelenggara pendidikan. Formulir pendaftaran ini berisikan :</p>
<p>-         Data pribadi, misal : nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, gender, alamat, nomor telepon, golongan darah dan lainnya.</p>
<p>-         Data keluarga, misal : ayah, Ibu, dan jumlah bersaudara.</p>
<p>-         Prestasi, misal ; akademik dan non akademik</p>
<p>-         Riwayat kesehatan</p>
<p>-         Status sosial ekonomi, penghasilan orangtua, kepemilikan tempat tinggal</p>
<p>-         Dan lain – lain</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Kendala Rekruitment</li>
</ul>
<p>Dalam merekrut calon peserta didik terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi lembaga pendidikan, yaitu :</p>
<p>1)      Kebijakan  organisasi yang dilihat dari :</p>
<p>-         Kenaikan kelas, kelulusan,  dan mutasi</p>
<p>-         Biaya pendidikan ( apakah terlalu tinggi atau tidak )</p>
<p>-         Penerimaan siswa lokal atau luar kota</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2)      Permintaan dan penawaran jumlah calon peserta  didik</p>
<p>3)      Kondisi lingkungan eksternal ( apakah letaknya strategis atau tidak ), kondisi ekonomi ( apakah letak lembaga tersebut sesuai dengan ekonomi lingkungan sekitar ), persaingan ( apakah banyak pesaing – pesaing di sekitar  lembaga )</p>
<p>4)      Persyaratan peserta didik yang bisa diterima, karena belum tentu masyarakat menerima semua persyaratan yang ditentukan oleh lembaga pendidikan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risa3.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risa3.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risa3.wordpress.com&amp;blog=9511981&amp;post=20&amp;subd=risa3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risa3.wordpress.com/2009/10/30/resume-perkuliahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce244e12e0b857416ef78f121d35debd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risa3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
